Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Mohamad Tonny Harjono.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pertahanan (Kemenhan) diproyeksikan membeli jet tempur KF-21 Boramae dari Korea Selatan (Korsel) dan KAAN dari Turki. Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Mohamad Tonny Harjono memastikan, pihaknya selalu siap untuk menyiapkan infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM) guna mendukung kehadiran pesawat tempur baru.
"Apa pun pesawatnya, seperti yang tadi disampaikan, kami menyiapkan infrastruktur, kemudian menyiapkan sumber daya manusianya," kata Tonny saat jumpa pers di Markas Besar Angkatan Udara (Mabesau), Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (9/4/2026).
Menurut Tonny, seluruh hal yang berkaitan dengan pembelian alutsista merupakan ranah dari Kemenhan. TNI AU, sambung dia, hanya bertugas sebagai pengguna alutsista sesuai dengan perintah panglima TNI.
Tidak hanya bertindak sebagai operator alutsista, menurut Tonny, TNI AU juga bertanggung jawab memastikan seluruh awak alutsista. Termasuk pelatihan pilot pesawat yang memiliki pengetahuan teknis tinggi.
Oleh karena itu, pihaknya memastikan seluruh prajurit TNI AU telah dilatih dengan ketat selama masa pendidikan sebagai calon penerbang. Tidak hanya mendorong prajurit TNI AU untuk menjadi penerbang, kata Tonny, TNI AU juga membuka kesempatan bagi para penerbang sipil untuk menjadi penerbang militer.
"Kesempatan terbuka lebar bagi penerbang-penerbang khususnya penerbang sipil dan sudah kita rekrut melalui program prajurit sukarela dinas pendek (PSDP). Kita juga merubah pola pembinaan pembentukan penerbang bahwa ada beberapa masukan untuk menjadi penerbang lewat Akademi Angkatan Udara," ucap Tonny.
Dengan kesiapan itu, Tonny berharap, seluruh alutsista baru yang akan menjadi milik TNI AU dapat dioperasikan dengan maksimal oleh jajarannya.
sumber : Antara

5 hours ago
4









































