AS Restui Israel Lakukan Pembantaian  di Lebanon

3 hours ago 1

Petugas tanggap darurat bekerja di lokasi serangan Israel di Al-Mazraa di Beirut, Lebanon, pada Rabu (8/4/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV –  Media Israel melaporkan bahwa Tel Aviv mencapai kesepahaman dengan Washington untuk memisahkan front Lebanon dan Iran dalam perjanjian gencatan senjata. Hal ini memungkinkan tentara penjajahan Israel terus melanjutkan serangannya di pinggiran selatan Beirut dan Lebanon selatan pada Kamis pagi. 

Pada Rabu, Israel melancarkan serangan terbesarnya terhadap Lebanon, menyusul pengumuman Presiden AS Donald Trump tentang gencatan senjata sementara di Iran. Berbeda dengan pengumuman Iran dan Pakistan, Israel mengatakan bahwa “gencatan senjata tidak mencakup Lebanon.”

Hal ini tak ia sampaikan kemarin saat Iran dan Pakistan mengeklaim bahwa gencatan senjata melingkupi serangan Israel di Lebanon selatan. Pihak Iran kali ini mendapat banyak dukungan negara-negara dunia bahwa Lebanon seharusnya masuk dalam kesepakatan gencatan senjata.

Yedioth Ahronoth mengutip sumber keamanan Israel yang mengatakan bahwa "kesepahaman telah dicapai antara kepemimpinan politik di Amerika dan Israel untuk memisahkan front Lebanon dan Iran," menekankan bahwa perkiraan Israel menunjukkan bahwa Hizbullah memiliki lebih dari 15.000 anggota.

Kepala Staf Israel Eyal Zamir bersumpah untuk melanjutkan serangan tentara di Lebanon “tanpa henti.” Ia mengatakan bahwa tentara akan terus menargetkan Hizbullah, menekankan bahwa setiap peluang akan dimanfaatkan untuk memperkuat apa yang ia gambarkan sebagai keamanan Israel utara.

Sementara itu, Otoritas Penyiaran Israel mengatakan bahwa "Kabinet Keamanan mengakhiri pertemuannya pada pukul 02.00, di mana para menteri dan pejabat senior mendengarkan pengarahan dari Perdana Menteri tentang rincian perjanjian gencatan senjata dengan Iran dan pengecualian Lebanon dari perjanjian tersebut."

Sementara itu, Menteri Israel Ze'ev Elkin mengatakan bahwa "Hizbullah menerima pukulan telak kemarin, Rabu, ketika Israel menyerang mereka dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya, menewaskan ratusan pemimpin dan anggotanya serta menghancurkan gudang senjatanya."

Elkin menambahkan dalam wawancaranya dengan radio Israel, "Kami bekerja di Lebanon, dan kami telah mencapai pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya dan membangun sabuk keamanan, dan kami secara efektif mengendalikan hingga Sungai Litani, dan kami tidak meninggalkan satu pun warga Syiah di wilayah ini."

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research