Khawatir Rudal Rusia, 10 Negara Eropa Sepakat Bangun Perisai Rudal

20 hours ago 5

Rudal balistik Rusia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ukraina bersama sembilan negara Eropa membentuk koalisi baru untuk membangun sistem pertahanan rudal balistik terpadu guna menghadapi meningkatnya ancaman serangan Rusia. Inisiatif tersebut diumumkan dalam pertemuan di Paris pada Senin (20/7/2026), di tengah meningkatnya kekhawatiran Eropa terhadap kemampuan rudal balistik Moskow dan eskalasi perang yang telah berlangsung lebih dari empat tahun.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan tujuan koalisi itu adalah membangun kemampuan pertahanan rudal balistik bersama bagi Eropa dengan memanfaatkan pengalaman Ukraina dalam menghadapi serangan Rusia.

"Tujuan kami adalah membangun kemampuan pertahanan rudal balistik bersama untuk Eropa," demikian pernyataan bersama Ukraina, Denmark, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, Norwegia, Spanyol, Swedia, dan Inggris.

Dalam pernyataan tersebut, negara-negara peserta menyatakan rudal balistik kini menjadi ancaman yang semakin serius karena jauh lebih sulit dicegat dibandingkan rudal jelajah maupun pesawat nirawak (drone).

"Kami meyakini bahwa perlindungan Eropa membutuhkan solusi komprehensif berupa arsitektur pertahanan rudal yang terintegrasi untuk mencegah dan menetralisasi ancaman rudal pada masa mendatang," demikian isi pernyataan itu.

Koalisi belum menetapkan tenggat waktu pembangunan sistem tersebut. Namun, Zelenskyy optimistis Ukraina bersama negara-negara mitra dapat mengembangkan sistem pertahanan rudal balistik berbiaya rendah yang dapat diproduksi secara massal dalam waktu sekitar 12 bulan.

Sistem itu diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan pertahanan negara-negara Eropa, tetapi juga dapat dipasok kepada negara lain yang membutuhkan perlindungan dari ancaman rudal.

Pembentukan koalisi tersebut berlangsung ketika Rusia terus meningkatkan tekanan militer terhadap Ukraina. Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari yang sama menegaskan Moskow akan membalas setiap serangan Ukraina dengan kekuatan yang jauh lebih besar.

"Di mana pun mereka mencoba menyerang wilayah Rusia, kami akan merespons dengan cara yang sama, tetapi serangan kami akan berkali-kali lebih kuat," kata Putin saat bertemu aktivis pro-Kremlin.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research