Ketika Sains Kampus Membantu Peternak Bebas dari Ketergantungan Cuaca

17 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Dusun Citengan di Desa Sukamulya, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menjadi saksi bagaimana inovasi akademik mampu melompati batas-batas keterbatasan fisik di pedesaan. Di tengah tantangan global mengenai krisis air dan tuntutan peralihan ke energi bersih, sebuah kolaborasi nyata tercipta.

Kelompok pembudidaya ikan Ombros Kalcer Farmer kini tidak lagi sekadar pasrah pada siklus musim atau luasan lahan yang semakin menyusut. Melalui sentuhan teknologi tepat guna, mereka mulai menapak jalan menuju kemandirian pangan dan energi yang berkelanjutan.

Perubahan ini diinisiasi oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Siliwangi. Mereka menerapkan teknologi Recirculating Aquaculture System atau yang lebih dikenal sebagai RAS, sebuah sistem budidaya yang diintegrasikan secara cermat dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya atau PLTS.

Program bertajuk “Transformasi Budidaya Ikan Mandiri Air dan Energi pada Ombros Kalcer Farmer melalui Integrasi RAS–PLTS dan Penguatan Pemasaran Digital” ini dihadirkan sebagai jawaban atas kegelisahan menahun yang dihadapi para pembudidaya lokal, mulai dari keterbatasan lahan, ketidakstabilan pasokan air, hingga tingginya biaya energi operasional. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat dengan skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat.

Seluruh program didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2026. Di lokasi budidaya Dusun Citengan RT 002/RW 002, suasana optimisme begitu terasa saat Ketua Ombros Kalcer Farmer, Hasbi Ash Shiddieqy Kosasih, bersama para anggota kelompoknya berkumpul. Mereka menyambut tim Universitas Siliwangi yang dipimpin oleh Ir. Andri Ulus Rahayu, S.Pd., M.T., dengan anggota Visi Tinta Manik, S.Si., M.Si., Ir. Cecep Muhamad Sidik, S.T., M.T., serta keterlibatan aktif sejumlah mahasiswa yang membawa energi segar dalam proyek sosial-teknologi ini.

Ketua pelaksana kegiatan, Andri Ulus Rahayu, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam menerapkan hasil penelitian agar dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Nilai utama dari sebuah riset akademis sejatinya diuji dari seberapa besar manfaatnya ketika menyentuh kehidupan sehari-hari masyarakat arus bawah. Tanpa hilirisasi yang tepat, inovasi hanya akan menjadi tumpukan dokumen mati di perpustakaan kampus.

“Sebagai dosen Universitas Siliwangi, kami memiliki tiga tugas utama, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini menjadi bentuk implementasi hasil penelitian dosen dan mahasiswa agar dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat,” ujar Andri dalam keterangan tertulis yang diterima Republika, Ahad (19/7/2026).

Menurut Andri, program tersebut berawal dari diskusi antara tim Universitas Siliwangi dan pengelola Ombros Kalcer Farmer mengenai rencana pengembangan kolam ikan dengan sistem RAS. Dalam prosesnya, mitra menghadapi berbagai kendala, mulai dari keterbatasan lahan hingga ketergantungan terhadap kondisi sumber air. Karakteristik wilayah pedesaan yang awalnya dianggap ideal untuk budidaya perikanan kini mulai menghadapi tantangan ekologis yang serius akibat perubahan iklim dan konversi lahan.

Selama ini, para pembudidaya di Desa Sukamulya kerap terjebak dalam dilema cuaca. Pada musim hujan, air yang berasal dari saluran irigasi berisiko mengalami penurunan kualitas akibat tercampur limbah domestik.

Kekeruhan dan zat pencemar yang terbawa arus air permukaan sering kali memicu kematian massal bibit ikan. Sebaliknya, saat musim kemarau, debit air menurun sehingga kegiatan budidaya tidak dapat berjalan secara optimal. Kondisi tersebut menyebabkan produksi ikan masih bergantung pada perubahan musim, sebuah pola konvensional yang membuat pendapatan peternak menjadi tidak menentu dan sulit diprediksi.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research