Kementan Beli Benih Jagung Hibrida ITS Rp10 Miliar untuk 13.000 Hektare

3 hours ago 1

Kementan beli benih jagung ITS Rp10 miliar untuk 13.000 hektare.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Kementerian Pertanian (Kementan) mengakuisisi benih jagung hibrida hasil inovasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) senilai Rp10 miliar. Benih unggul ini akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan tanam di lahan seluas 13.000 hektare sebagai bagian dari upaya strategis meningkatkan produksi jagung nasional.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa benih tersebut akan didistribusikan secara cuma-cuma kepada para petani. Langkah ini diambil agar inovasi yang dihasilkan oleh perguruan tinggi dapat segera diimplementasikan dan memberikan dampak nyata di lapangan.

Menurut Amran, pembelian benih ini merupakan bagian integral dari strategi pemerintah untuk mengakselerasi peningkatan produksi jagung nasional. Strategi ini bertumpu pada pemanfaatan teknologi dan hasil riset dalam negeri.

Potensi Produktivitas Tinggi

Amran mengungkapkan bahwa benih jagung hibrida ITS memiliki potensi produktivitas yang menjanjikan, yakni sekitar 10 ton per hektare. Angka ini dapat dicapai dengan penerapan teknik budidaya yang tepat dan jauh melampaui rata-rata produktivitas jagung nasional saat ini.

Ia menekankan bahwa peningkatan produktivitas menjadi strategi kunci untuk memperkuat ketahanan pangan. Pendekatan ini dinilai lebih efisien karena tidak memerlukan perluasan areal tanam secara masif yang membutuhkan investasi besar.

Langkah Kementan ini juga menegaskan komitmen untuk menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto. Presiden menginginkan agar hasil-hasil penelitian dari perguruan tinggi dapat dimanfaatkan sebagai solusi konkret bagi pembangunan di sektor pertanian.

Dukungan ITS untuk Swasembada Pangan

Pemulia benih jagung ITS, Muryono, menjelaskan bahwa benih varietas MTE 09 telah siap untuk diproduksi secara massal. Proses produksi massal ini dijadwalkan akan dimulai pada bulan Oktober untuk memenuhi kebutuhan petani di berbagai daerah di Indonesia.

Lebih lanjut, Muryono menyatakan bahwa potensi produktivitas benih ini dapat ditingkatkan lebih tinggi lagi. Dengan penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) budidaya yang ketat dan tepat, produktivitasnya berpotensi menembus angka sekitar 20 ton per hektare.

Rektor ITS, Bambang Pramujati, menegaskan kesiapan institusinya untuk mendukung penuh program swasembada pangan pemerintah. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pengembangan benih unggul, penerapan mekanisasi pertanian modern, serta berbagai inovasi teknologi lainnya yang relevan.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research