Kapal Tenggelam di Selat Sunda, Jasindo Bayarkan Klaim Rp6,93 Miliar

9 hours ago 2

Asuransi Jasindo membayar klaim sebesar Rp6,93 miliar kepada Grup Sungai Budi atas kapal BSP VII yang tenggelam di Selat Sunda.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Asuransi Jasindo membayar klaim senilai Rp6,93 miliar kepada Grup Sungai Budi atas kapal BSP VII yang tenggelam di Selat Sunda. Pembayaran klaim dilakukan saat kunjungan manajemen Jasindo ke Bandar Lampung.

Direktur Operasional Asuransi Jasindo Ocke Kurniandy mengatakan, pembayaran klaim dilakukan untuk memastikan kewajiban perusahaan kepada tertanggung berjalan sesuai ketentuan.

“Melalui pembayaran klaim ini, kami ingin memastikan setiap mitra mendapatkan dukungan yang optimal dalam menghadapi risiko usaha. Kami berharap langkah ini dapat membantu menjaga stabilitas operasional serta memperkuat kepercayaan dan kerja sama yang telah terjalin baik,” kata Ocke dalam siaran pers, Senin (1/6/2026).

Selain pembayaran klaim, Jasindo menyerahkan bantuan berupa helm keselamatan kepada tim operasional Grup Sungai Budi. Bantuan tersebut diberikan untuk mendukung aspek keselamatan kerja di lapangan.

Ocke mengatakan, perusahaan tidak hanya berfokus pada penyelesaian klaim, tetapi juga pada keberlanjutan operasional mitra.

Menurut dia, pendekatan tersebut dilakukan melalui penguatan peran perusahaan dalam manajemen risiko, termasuk pendampingan dan dukungan terhadap aspek keselamatan operasional.

“Kepercayaan yang diberikan mitra menjadi hal penting bagi Asuransi Jasindo untuk terus tumbuh dan berkembang. Kami berharap hubungan baik dengan Grup Sungai Budi dapat terus berjalan secara positif melalui kerja sama yang saling mendukung dan berkelanjutan,” ujarnya.

Jasindo menyatakan akan terus memperkuat layanan sebagai mitra manajemen risiko bagi tertanggung melalui pendekatan kolaboratif, mulai dari perlindungan risiko hingga dukungan operasional di lapangan.

Ocke menambahkan peran perusahaan tidak hanya saat terjadi risiko, tetapi juga dalam mendukung keberlangsungan usaha mitra melalui pengelolaan risiko yang lebih terstruktur.

“Kami ingin terus membangun pemahaman bahwa peran kami bukan hanya hadir ketika terjadi risiko dan melakukan pembayaran klaim, tetapi juga menjadi partner yang mendukung keberlangsungan usaha para mitra melalui pendekatan risk management partnership,” kata Ocke.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research