Petugas mengumpulkan sampah sisa banjir yang berasal dari wilayah permukiman kawasan Rawa Buaya di Jalan Inspeksi Kali Mookervart, Daan Mogot, Jakarta, Senin (26/1/2026). Sampah sisa banjir tersebut tidak hanya berupa limbah plastik rumah tangga, tetapi juga didominasi perabotan berukuran besar yang rusak akibat terendam air. Saat ini, upaya penanganan sampah pascabanjir terus dikebut, dengan petugas tampak bahu-membahu di lokasi. Sampah rumah tangga selanjutnya dibuang ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, sementara sampah berukuran besar, seperti sofa, kasur, lemari, meja, kayu, dan material lainnya, dibawa ke Saringan Sampah TB Simatupang (SSTBS).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq mengungkapkan dua aglomerasi utama, yakni Jakarta dan Bandung Raya, masih belum siap untuk pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau waste to energy (WTE). Dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta, Senin (26/1/2026), Menteri LH yang juga Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) itu menyampaikan, dari total 26 kabupaten/kota, terdapat 10 wilayah aglomerasi yang memiliki potensi sampah untuk dikelola melalui PSEL.
“Kecuali dua aglomerasi besar yang sebenarnya menjadi yang paling utama, namun saat ini belum siap. Ini yang agak mengkhawatirkan kita semua, yaitu aglomerasi Daerah Khusus Jakarta yang sampai hari ini belum menyiapkan diri untuk menyelesaikan persoalan sampahnya melalui waste to energy,” ujar Hanif.
Padahal, menurut dia, Jakarta memiliki potensi pengelolaan yang sangat besar dengan timbulan sampah sekitar 8.000 ton per hari. Selain Jakarta, wilayah Bandung Raya juga disebut memiliki timbulan sampah sekitar 5.000 ton per hari.
Namun demikian, Hanif menilai kedua wilayah tersebut belum menyiapkan diri untuk memenuhi berbagai aspek yang dibutuhkan dalam pembangunan PSEL.
Sementara itu, 10 wilayah aglomerasi yang telah ditetapkan untuk pembangunan PSEL meliputi Denpasar Raya, Yogyakarta Raya, Bogor Raya, Bekasi Raya, Tangerang Raya, Medan Raya, Semarang Raya, Lampung Raya, Surabaya Raya, dan Serang Raya.
Seluruh wilayah tersebut mencakup 26 kabupaten/kota dengan total rencana pengelolaan sampah melalui PSEL mencapai sekitar 14.000 ton per hari.
Adapun wilayah yang saat ini telah memasuki proses lelang pembangunan PSEL antara lain Denpasar, Yogyakarta, Bogor, dan Bekasi.
sumber : ANTARA

1 month ago
8











































