Islam Memandang Pelestarian Alam sebagai Upaya Menyelamatkan Nyawa Manusia

2 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Menjaga lingkungan dalam pandangan Islam bukan sekadar upaya melestarikan alam, tetapi juga merupakan ikhtiar menyelamatkan nyawa manusia. Syekh Yusuf Al-Qaradhawi dalam bukunya Islam Agama Ramah Lingkungan menjelaskan bahwa pelestarian lingkungan termasuk bagian dari maqasid syariah, tepatnya hifzh an-nafs (menjaga jiwa), karena kerusakan alam, pencemaran, dan eksploitasi sumber daya pada akhirnya mengancam keselamatan hidup manusia.

Dalam bukunya, Syekh Yusuf Al-Qaradhawi menerangkan bahwa menjaga lingkungan dan melestarikannya sama dengan Maqasid Syariah kedua yakni menjaga jiwa. Maksud dari perlindungan terhadap jiwa adalah perlindungan terhadap kehidupan psikis manusia dan keselamatan mereka. Soal ini tidak diragukan lagi, rusaknya lingkungan, pencemaran dan pengurasan sumber dayanya, serta pelecehan terhadap prinsip-prinsip keseimbangannya, akan membahayakan kehidupan manusia. Semakin luas hal ini dikembangkan, maka semakin tampaklah bahaya-bahaya yang akan diderita oleh umat manusia.

Antusiasme Islam sangat besar sekali dalam menjaga keberlangsungan kehidupan manusia, dengan menjadikan kasus pembunuhan terhadap jiwa sebagai sebuah dosa besar yang berada dalam urutan kedua sesudah syirik kepada Allah SWT.

Begitu pentingnya Harga sebuah jiwa sehingga Alquran menegaskannya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

مِنْ اَجْلِ ذٰلِكَ ۛ كَتَبْنَا عَلٰى بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ اَنَّهٗ مَنْ قَتَلَ نَفْسًاۢ بِغَيْرِ نَفْسٍ اَوْ فَسَادٍ فِى الْاَرْضِ فَكَاَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيْعًاۗ وَمَنْ اَحْيَاهَا فَكَاَنَّمَآ اَحْيَا النَّاسَ جَمِيْعًا ۗوَلَقَدْ جَاۤءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِالْبَيِّنٰتِ ثُمَّ اِنَّ كَثِيْرًا مِّنْهُمْ بَعْدَ ذٰلِكَ فِى الْاَرْضِ لَمُسْرِفُوْنَ

Min ajli żālik(a), katabnā ‘alā banī isrā'īla annahū man qatala nafsam bigairi nafsin au fasādin fil-arḍi fa ka'annamā qatalan-nāsa jamī‘ā(n), wa man aḥyāhā fa ka'annamā aḥyan-nāsa jamī‘ā(n), wa laqad jā'athum rusulunā bil-bayyināt(i), ṡumma inna kaṡīram minhum ba‘da żālika fil-arḍi lamusrifūn(a).

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research