REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Satuan Tugas (Satgas) Citarum Harum bersama Republika sepakat menjalin kolaborasi strategis untuk menyelamatkan kawasan hulu Sungai Citarum. Langkah ini diambil sebagai respons atas menurunnya Indeks Kualitas Air (IKA) sungai sepanjang 297 kilometer tersebut.
Berdasarkan data Satgas Citarum Harum, IKA Sungai Citarum mengalami penurunan dari angka 51,05 di akhir 2024 menjadi 48,84 di akhir 2025. Komandan Satgas Citarum Harum Kolonel Infanteri Yanto Kusno menyebutkan, penurunan IKA itu terjadi menyusul terhentinya patroli pengawasan sejak awal 2025, karena penyesuaian anggaran pemerintah.
‘’Ketika pengawasan melonggar dan masa transisi ke masyarakat belum sepenuhnya siap, banyak pabrik yang buang limbah. Padahal, tolok ukur utama keberhasilan program ini adalah indeks kualitas air,’’ ujar Yanto kepada Republika di kantornya, Kamis (23/7/2026).
Menurut Yanto, kompleksitas masalah pencemaran terjadi dari hulu hingga hilir. Di bagian hulu atau segmen satu, terjadi alih fungsi lahan yang memicu erosi jutaan meter kubik tanah. Selain itu, papar dia, terjadi pula pencemaran dari kotoran hewan (kohe). Kata dia, separuh dari 25.000 ekor sapi perah di Pangalengan dan Kertasari, kohenya dibuang ke sungai.
Pada bagian hilir atau segmen dua, papar Yanto, terjadi pencemaran limbah industri dari ribuan pabrik, serta sampah rumah tangga dari tujuh anak sungai mengalir ke badan Sungai Citarum hingga Waduk Saguling.
Guna memulihkan kondisi air, Satgas Citarum Harum menempuh sejumlah langkah intensif. Di antaranya normalisasi sungai bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), berupa pengerukan dan pelebaran alur sungai guna mengantisipasi banjir.
ESG Republika-Bebersih Leuweung
Satgas Citarum Harum menyambut baik rencana aksi Bebersih Leuweung #4 yang akan dilakukan Republika dalam waktu dekat ini. Bebersih Leuweung merupakan bagian dari gerakan Environmental Social Governance (ESG) yang digagas Republika.
Yanto menyatakan siap mendukung penuh aksi lingkungan yang diinisiasi Republika di kawasan hulu Gunung Wayang atau KM 0 Citarum. ‘’Kami sangat mendukung seribu persen, dan siap mengerahkan pasukan untuk membantu,’’ tambahnya.
Gerakan kolaborasi ini berfokus pada aksi pemungutan sampah anorganik di kawasan hutan hulu termasuk di kebun teh, serta edukasi pengolahan kotoran hewan agar tidak dibuang ke sungai.

5 hours ago
1
















































