Indeks Keyakinan Konsumen Melorot, Ini Penjelasan Bank Indonesia

6 hours ago 19

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Indonesia (BI) memperkirakan kinerja penjualan eceran pada Maret 2026 tetap tumbuh positif. Hal itu tecermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Maret 2026 yang diproyeksikan tumbuh sebesar 2,4 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

“Kinerja penjualan eceran tersebut terutama ditopang oleh pertumbuhan penjualan kelompok suku cadang dan aksesori, kelompok makanan, minuman, dan tembakau, serta kelompok barang budaya dan rekreasi,” kata Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya, dikutip Selasa (14/4/2026).

Secara bulanan atau month to month (mtm), penjualan eceran pada Maret 2026 diperkirakan tumbuh sebesar 9,3 persen (mtm). Angka proyeksi tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada Februari 2026 sebesar 4,1 persen (mtm).

“Peningkatan tersebut didorong oleh kinerja mayoritas kelompok, terutama kelompok peralatan informasi dan komunikasi, kelompok bahan bakar kendaraan bermotor, dan subkelompok sandang sejalan dengan peningkatan permintaan rumah tangga selama periode perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriyah,” terangnya.

Tercatat, pada Februari 2026, IPR secara tahunan tumbuh sebesar 6,5 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan IPR Januari 2026 sebesar 5,7 persen (yoy). Pertumbuhan tersebut didukung oleh peningkatan penjualan pada mayoritas kelompok, terutama kelompok suku cadang dan aksesori, kelompok makanan, minuman, dan tembakau, serta subkelompok sandang.

Secara bulanan, penjualan eceran pada Februari 2026 tumbuh sebesar 4,1 persen (mtm), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang berada pada fase kontraksi sebesar 2,7 persen (mtm). Peningkatan tersebut didukung oleh kinerja penjualan kelompok suku cadang dan aksesori, kelompok makanan, minuman, dan tembakau, serta subkelompok sandang sejalan dengan kenaikan permintaan masyarakat saat periode Ramadhan.

“Dari sisi harga, tekanan inflasi tiga bulan yang akan datang, yaitu Mei 2026, diperkirakan meningkat, sementara pada enam bulan yang akan datang, yaitu Agustus 2026, diperkirakan relatif stabil,” lanjut Denny.

Hal tersebut tecermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Mei 2026 sebesar 157,4, lebih tinggi dibandingkan dengan IEH April 2026 sebesar 153,9, seiring kenaikan harga bahan baku. Sementara itu, IEH Agustus 2026 diperkirakan sebesar 157,2, relatif stabil dibandingkan dengan IEH Juli 2026 sebesar 157,1.

Sebelumnya diketahui, BI mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Maret 2026 sebesar 122,9. Angka tersebut berada pada level optimistis (indeks > 100), namun lebih rendah dibandingkan IKK pada bulan sebelumnya di level 125,2, meski terdapat momen Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriyah/2026 Masehi.

IKK pada Maret 2026 dipengaruhi oleh keyakinan pada kondisi ekonomi saat ini dan enam bulan ke depan. Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) tercatat masing-masing 115,4 dan 130,4.

Meski berada pada level optimistis (indeks > 100), persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini atau IKE pada Maret 2026 lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 115,9. Angka IEK Maret 2026 juga lebih rendah dibandingkan dengan indeks pada bulan sebelumnya sebesar 134,4.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research