Gotong Royong Dongkrak Kopi Bandung Barat Hingga Panggung Dunia

5 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat memberikan dukungan pengembangan kopi dari hulu hingga hilir. Hal itu dilakukan untuk menjaga kontinuitas produksi dan kapasitas ekspor kopi lokal asal Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat. 

Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail mengatakan, pemkab  melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian memberikan bantuan sarana dan prasarana pertanian untuk proses produksi dari hulu ke hilir sampai kopi itu bisa dipasarkan di dalam maupun luar negeri.

"Untuk menjaga kontinuitas produksi dan kapasitas ekspor, kami terus memperkuat sektor hulu dan hilir dengan bantuan sarana berupa bibit, pupuk dan alat mesin pertanian serta alat pengolahan kopi," kata Jeje, Kamis (23/7/2026).

Selain itu, Pemkab Bandung Barat bersinergi dengan program hilirisasi Kementerian Pertanian yang bersumber dari dana APBN. Sehingga tahun 2025 dilakulan peremajaan tanaman kopi arabika seluas 600 hektare. 

Kemudian 2026, perluasan areal tanaman kopi, dengan rincian kopi arabika seluas 1.300 hektare dan kopi robusta 100 hektare. Menurut Jeje, kolaborasi pemerintah dan petani yang menjadi ujung tombak ini membuahkan hasil. Kopi Bandung Barat menembus pasar global. 

Kondisi ini berdampak terhadap harga pasar kopi Bandung Barat yang mengalami kenaikan. Tahun 2020, harga cherry kopi arabika hanya berkisar Rp 4.500 per kilogram, dan 2026 naik menjadi Rp 20 ribu-Rp 26 ribu per kilogram. 

Kondisi serupa juga terjadi pada kopi robusta, pada 2020 hanya bernilai Rp 2.400 per kilogram, kini berhasil menembus angka Rp15 ribu per kilogram.

"Catatan paling tebal dan harus digarisbawahi dengan tinta emas pada hari ini bukanlah seberapa besar kuantitas yang dikirim, bukan pula seberapa jauh negara tujuannya. Hal paling luar biasa dengan rasa hormat yang mendalam adalah usaha dan perjuangan para petani," kata Jeje.

Dirinya mengatakan, kopi lokal asal Bandung Barat potensinya sangat luar bisa dan terbukti bisa bersing di pasar lokal dan internasional. 

Dengan potensi ini, Jeje meyakini sektor pertanian termasuk kopi merupakan salah satu penggerak perekonomian masyarakat dan memberikan pengaruh yang besar terhadap ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan.

Hal itu sejalan dengan pembangunan pertanian yang tertuang dalam visi dan misi Amanah untuk meningkatkan daya saing produk pertanian Kabupaten Bandung Barat serta selaras dengan Asta Cita Presiden yaitu hilirisasi pertanian. 

"Hilirisasi pertanian tak hanya berfokus pada peningkatan nilai tambah, juga pada pengelolaan dan pemasaran yang efektif, meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sehingga kesejahteraan petani makin meningkat," kata Jeje.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian KBB, Lukmanul Hakim menambahkan, pembangunan sub sektor perkebunan di Kabupaten Bandung Barat, khususnya komoditas kopi menunjukkan progresivitas yang sangat positif. 

Saat ini, varietas kopi yang dibudidayakan di Kabupaten Bandung Barat teridiri dari tiga jenis varietas utama, yaitu kopi arabika, kopi robusta, dan kopi liberika. 

‘’Varietas kopi arabika menjadi komoditas unggulan utama kita dengan karakteristik rasa yang halus, lembut, sedikit asam, serta memiliki kompleksitas aroma buah dan bunga yang sangat kuat," ujar Lukmanul.

Berdasarkan data statistik perkebunan 2025, total luas lahan eksisting untuk kopi arabika mencapai 3.003,68 hektare dengan volume produksi 1.108,91 ton per tahun. Sektor ini menjadi pilar pendapatan bagi 3.238 kepala keluarga petani yang tersebar merata di 14 kecamatan potensial.

Keunggulan kualitas kopi kabupaten bandung barat kian kompetitif berkat kepemilikan tiga sertifikat Indikasi Geografis (IG) yang mencakup tiga kluster pegunungan utama: IG Bandung Highland (Halu Mountain Coffee) meliputi Wilayah Gununghalu, Sindangkerta, Rongga, dan Cipongkor 

Kemudian IG Sunda Mountain (Burangrang Mountain Coffee), meliputi wilayah Cikalongwetan, Cisarua, dan Padalarang. IG Sunda Mountain (Tangkuban Parahu Mountain Coffee), meliputi wilayah Lembang dan Parongpong.

"Potensi kopi Bandung Barat yang sangat besar, baik dari kualitas maupun kuantitas mengantarkannya ke panggung internasional. Kami telah berusaha memberikan dukungan dalam meningkatkan kualitas, produktivitas dan kesejahteraan petani kopi," kata dia. 

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research