REPUBLIKA.CO.ID, MIMIKA – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Mimika menggelar sunat massal lintas agama bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila, Senin (1/6/2026). Kegiatan ini melibatkan anak-anak dari berbagai latar belakang agama sebagai bagian dari penguatan nilai persatuan di masyarakat majemuk.
Ketua FKUB Mimika Jeffrey C. Hutagalung mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya berupa layanan kesehatan, tetapi juga sarana memperkuat nilai kebangsaan di tingkat keluarga. “Bakti sosial hari ini bukan sebatas bakti sosial, tetapi tentang makna hidup, tentang ber-Bhinneka Tunggal Ika dan menjaga harmoni di antara sesama,” kata Jeffrey, Senin (1/6/2026).
Sebanyak 100 anak mengikuti sunat massal yang berasal dari keluarga Muslim, Kristen, dan Katolik. Kegiatan dilakukan secara bersama tanpa membedakan latar belakang suku maupun agama, yang mencerminkan praktik langsung nilai persatuan.
Selain layanan kesehatan, FKUB bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Mimika juga memberikan materi wawasan kebangsaan kepada orang tua peserta. Edukasi tersebut menekankan pentingnya menjaga toleransi dan kehidupan sosial yang harmonis di tengah keberagaman.
Kepala Kesbangpol Mimika Ronny S. Marjen mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program pembinaan kerukunan yang telah berjalan sebelumnya. “Hari ini FKUB Kabupaten Mimika menginisiasi kegiatan sunatan massal dengan wawasan kebangsaan. Sebelumnya telah dilaksanakan penyuluhan kesehatan dan wawasan kebangsaan yang diselenggarakan umat Katolik di SP-6,” kata Ronny.
Ia menjelaskan Mimika merupakan daerah dengan komposisi masyarakat yang beragam sehingga membutuhkan penguatan nilai kebersamaan secara berkelanjutan. Pemerintah daerah mendorong agar wilayah tersebut menjadi ruang hidup bersama yang aman bagi seluruh kelompok masyarakat.
Menurut Ronny, menjaga keutuhan sosial tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau aparat, tetapi juga seluruh elemen masyarakat melalui kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan warga.
Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan layanan sunat gratis dengan metode laser. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang interaksi lintas kelompok yang memperkuat hubungan sosial di masyarakat.
“Pancasila akan mati jika hanya dibaca saat upacara 1 Juni. Ia harus dihidupkan lewat kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat. Hari ini kami sunat anak-anaknya, besok mereka yang menjaga kerukunan Mimika,” kata Ronny.
FKUB Mimika menilai kegiatan tersebut menunjukkan bahwa kerukunan dapat dibangun melalui ruang perjumpaan, program yang dirasakan langsung manfaatnya, serta keteladanan para pemimpin dan tokoh masyarakat.

3 hours ago
1












































