REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA, – Mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta partai politik untuk memperkuat kedekatan dengan masyarakat melalui kader yang responsif terhadap persoalan publik. Hal ini ia sampaikan merujuk pada temuan dalam disertasi doktor Pengamat Politik sekaligus pendiri Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, di Universitas Airlangga, Surabaya, Senin.
Ganjar menilai disertasi tersebut dapat menjadi referensi penting bagi partai politik, termasuk PDI Perjuangan, untuk terus memperbaiki diri. "Maka disertasi itu menjadi penting tapi juga minimal buat partai-partai seperti kami dari PDI Perjuangan ya bisa dijadikan referensi alat bantu kita untuk lebih bagus lagi menyiapkan diri, memperbaiki diri itu bagus," ujar Ganjar usai menghadiri sidang terbuka promosi doktor Pangi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unair.
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan itu hadir dalam sidang promosi doktor tersebut karena diundang sebagai teman kuliah pascasarjana. Ia mengaku tertarik dengan pembahasan disertasi berjudul "Suatu Studi tentang Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Split Ticket Voting pada Pemilu Serentak di Sumatera Barat dan Nusa Tenggara Timur."
Fenomena Split Ticket Voting di Indonesia
Ganjar menjelaskan disertasi tersebut mengulas berbagai faktor yang memengaruhi split ticket voting, termasuk pengalaman di Amerika Serikat yang menerapkan pilihan berbeda antara eksekutif dan legislatif sebagai mekanisme check and balance atau saling mengawasi antarlembaga. Namun, ia mempertanyakan apakah teori tersebut sepenuhnya berlaku di Indonesia.
"Maka ketika kita diberikan kesempatan bertanya saya tanyakan, bukankah di Indonesia itu kalau memilih kandidat, pusat, daerah, legislatif, eksekutif itu hanya karena selera. Hari ini seleranya dipilih ya dipilih. Hari ini seleranya tidak ya tidak. Dan itu bisa dipengaruhi banyak faktor," ujarnya. Menurut Ganjar, perilaku pemilih di Indonesia cenderung dipengaruhi banyak faktor, termasuk preferensi atau selera politik yang dinamis.
Tantangan Memperkuat Identitas Partai
Ganjar menambahkan hasil penelitian Pangi juga menunjukkan tingkat kedekatan PDI Perjuangan dengan masyarakat relatif tinggi. Temuan itu, menurut dia, menjadi tantangan bagi partainya untuk terus menjaga kedekatan dengan rakyat melalui kerja nyata. Ia menekankan bahwa tantangan yang dihadapi partainya adalah bagaimana menyiapkan masyarakat sekaligus kader agar semakin lekat dengan partai dan memiliki identitas kepartaian yang kuat.
"Kader PDI Perjuangan harus selalu berpihak kepada rakyat serta menjauhi praktik korupsi apabila ingin mewujudkan pemerintahan yang bersih," tegasnya. Ganjar juga menekankan pentingnya respons cepat dari seluruh unsur partai ketika masyarakat menghadapi persoalan yang membutuhkan penyelesaian segera.
Ia menegaskan bahwa para kader tidak perlu menunggu perintah untuk bergerak, melainkan harus sigap dan cepat merespons setiap persoalan yang dihadapi masyarakat. Baik dari jajaran struktural, legislatif, maupun eksekutif, seluruh elemen partai harus segera turun tangan memberikan solusi.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

14 hours ago
4











































