Fintech Jadi Incaran Gen Z, Ini yang Dipelajari dan Prospek Kerjanya

13 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat membuat bidang financial technology (fintech) menjadi salah satu sektor yang banyak dilirik generasi muda. Seiring meningkatnya penggunaan e-wallet, mobile banking, hingga layanan keuangan digital lainnya, minat calon mahasiswa terhadap jurusan terkait fintech pun terus bertumbuh.

Fintech kini tidak hanya dikenal sebagai industri dengan prospek kerja luas, juga menawarkan peluang karier menjanjikan. Namun, untuk menjadi profesional di bidang ini, mahasiswa tidak cukup hanya memahami keuangan, juga harus menguasai teknologi dan analisis data.

Kepala Kampus Cyber University (Universitas Siber Indonesia), Ibnu Alfaroby menjelaskan, fintech merupakan perpaduan teknologi informasi dan sistem keuangan yang terus berkembang mengikuti kebutuhan industri digital.

"Fintech bukan sekadar tentang transaksi digital atau aplikasi pembayaran. Di dalamnya ada kombinasi ilmu teknologi, keuangan, analisis data, hingga keamanan siber yang harus dipahami secara menyeluruh," kata Ibnu dalam keterangannya, Rabu (3/6/2026).

Menurutnya, mahasiswa yang ingin berkarier di sektor fintech perlu membekali diri dengan kemampuan teknis yang relevan dengan perkembangan industri. Kemampuan ini menjadi modal utama untuk menghadapi kebutuhan pasar kerja yang semakin kompetitif.

"Mahasiswa perlu memahami dasar pemrograman, sistem keuangan dan perbankan, data analytics, cyber security, hingga penerapan artificial intelligence dalam layanan keuangan. Semua kompetensi itu saling terhubung dalam ekosistem fintech modern," ujarnya.

Dalam proses pembelajarannya, mahasiswa fintech umumnya mempelajari bahasa pemrograman seperti Python dan Java, memahami sistem transaksi keuangan, mengolah big data, hingga mempelajari sistem perlindungan data digital.

Selain itu, teknologi kecerdasan buatan juga mulai banyak diterapkan untuk mendukung analisis kredit, deteksi penipuan, dan layanan pelanggan berbasis chatbot. Minat Gen Z terhadap fintech juga didorong oleh perubahan pola hidup digital.

Tingginya penggunaan pembayaran non-tunai, aktivitas belanja online, investasi digital, serta konsumsi konten edukasi keuangan di media sosial membuat generasi ini semakin dekat dengan dunia teknologi finansial.

Ibnu menilai kondisi tersebut membuka peluang besar bagi generasi muda untuk tidak hanya menjadi pengguna layanan fintech, juga terlibat sebagai pelaku industri. "Generasi muda saat ini memiliki kedekatan yang sangat tinggi dengan teknologi digital. Tantangannya, bagaimana ketertarikan itu diubah menjadi kompetensi yang benar-benar dibutuhkan industri," tutur Ibnu.

Seiring pertumbuhan industri fintech, kebutuhan tenaga kerja di bidang ini juga terus meningkat. Beberapa posisi yang banyak dicari antara lain Data Analyst, Software Engineer, Fintech Product Manager, dan Cyber Security Specialist.

Meski demikian, Ibnu mengingatkan, prospek pendapatan yang tinggi tidak datang semata-mata karena memilih jurusan tertentu. Menurutnya, kualitas keterampilan dan pengalaman praktik tetap menjadi faktor utama dalam membangun karier.

"Banyak orang melihat fintech sebagai bidang dengan gaji tinggi. Namun yang paling menentukan bukan nama jurusannya, melainkan kemampuan yang dimiliki lulusan saat memasuki dunia kerja," katanya.

Karena itu, ia menilai pemilihan kampus menjadi salah satu faktor penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang siap bersaing di industri fintech. Kampus yang memiliki kurikulum terkini, pembelajaran berbasis praktik, serta koneksi dengan dunia industri dinilai mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih relevan.

Cyber University, misalnya, menawarkan program unggulan Company Learning Program (CLP) 3+1 dengan skema tiga tahun kuliah dan satu tahun magang. Program tersebut mengintegrasikan pembelajaran teknologi informasi dan keuangan digital melalui pendekatan praktik dan studi kasus industri.

"Fintech adalah bidang yang berkembang sangat cepat. Karena itu, mahasiswa membutuhkan ekosistem pembelajaran yang mendukung agar tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki pengalaman nyata yang sesuai dengan kebutuhan industri," ujar Ibnu.

Ke depan, kebutuhan talenta digital di sektor keuangan diperkirakan terus meningkat seiring transformasi digital yang berlangsung di berbagai sektor. Kondisi ini membuka peluang bagi generasi muda mempersiapkan diri sejak dini melalui pendidikan yang relevan dan penguasaan keterampilan yang sesuai perkembangan teknologi.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research