Salah satu adegan di film Kids Under Fire. Film ini membawa pulang penghargaan kategori Outstanding War or Violence Conflict Coverage dan Outstanding Writing: News pada acara yang digelar di New York.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebuah film dokumenter yang menginvestigasi insiden penembakan anak-anak di Gaza oleh militer Israel, meraih penghargaan pada ajang News and Documentary Emmy Awards 2026. Berjudul Kids Under Fire, film ini membawa pulang penghargaan kategori Outstanding War or Violence Conflict Coverage dan Outstanding Writing: News pada acara yang digelar di New York.
Dirilis pada Maret 2025, film dokumenter karya Al Jazeera English ini menyoroti fakta pahit mengenai anak-anak Gaza yang meninggal dunia dan mengalami cedera serius akibat tembakan selama perang. Berdasarkan hasil investigasi, lebih dari 16 ribu anak Gaza telah meninggal dunia sejak Oktober 2023, di mana sebagian besar akibat serangan militer Israel.
Dokumenter ini menyelidiki kasus tersebut melalui kesaksian tenaga medis Amerika Serikat yang pernah bekerja di Gaza. Film itu juga mengikuti kisah Mira Al Darini, seorang anak perempuan berusia empat tahun yang tertembak di kepala ketika berada di luar tenda keluarganya di Khan Younis, Palestina.
Mira selamat setelah mendapat perawatan dari dr Mimi Syed dalam misi medis pertamanya ke Gaza. Dokumenter tersebut menyatakan bahwa kasus Mira bukanlah peristiwa tunggal. Para dokter Amerika yang diwawancarai mengaku telah menangani puluhan anak dengan luka yang serupa.
Film itu juga menelaah bukti-bukti yang menghubungkan penembakan tersebut dengan operasi militer Israel. Dokumenter mencatat bahwa operasi-operasi militer itu mendapat dukungan signifikan melalui pendanaan dari Amerika Serikat.
Saat menerima penghargaan, salah satu jurnalis di balik dokumenter, Josh Rushing, menyampaikan pidato emosional untuk menghormati para jurnalis yang meninggal di Gaza sekaligus mengkritik dukungan AS untuk Israel. "Ironi sekali menerima penghargaan karena meliput genosida di negara yang memungkinkan genosida itu terjadi dan berlanjut. Saya ingin mendedikasikan ini kepada 11 jurnalis Al Jazeera yang telah dibunuh oleh Israel sejak 7 Oktober di Gaza. Dan kepada 270 jurnalis yang telah dibunuh di Gaza sejak 7 Oktober," kata Rushing dilansir laman The National, Selasa (2/6/2026).

1 day ago
7













































