Eks Kapuspenkum Kejagung dan Petinggi Kemenkes Duduki Eselon I BGN

9 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan perombakan jajaran kedeputian pada Selasa (21/7/2026). Jabatan eselon 1 di lingkungan BGN kini diduduki oleh nama-nama baru yang ditunjuk oleh Presiden RI.

Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, mengatakan pihaknya telah menerima Keputusan Presiden (Keppres) terkait pengangkatan lima nama baru sebagai pejabat tinggi madya di lingkungan BGN. Lima nama itu masing-masing adalah Lili Khamiliyah sebagai Sekretaris Utama dan Prima Yosephine Berliana Tumiur Hutapea selaku Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola.

Kemudian, Zainuri sebagai Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran, Mariman Darto selaku Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama, serta Ketut Sumedana sebagai Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan. Untuk Ketut, ia merupakan mantan Kapuspenkum Kejagung dan masih menjabat Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumatera Selatan.

"Tentu saya kami senang sebagai pimpinan BGN, karena memang kami membutuhkan tim untuk bersama-sama memperbaiki BGN, memperbaiki program Makan Bergizi Gratis (MBG)," kata Arumsasi saat konferensi pers di Gedung BGN, Jakarta Pusat, Selasa sore.

Dalam kesempatan itu, Arumsari memperkenalkan satu per satu deputi BGN yang baru dilantik Prabowo. Nama pertama yang disebut adalah Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN Prima Yosefin Berliana Tumiur Hutapea.

Menurut dia, Prima memiliki rekam jejak di bidang kesehatan masyarakat. Meski bukan merupakan seorang ahli gizi, mantan Direktur Penyakit Menular serta mantan Direktur Imunisasi di Kementerian Kesehatan (Kemenkes) itu memiliki pengalaman mengelola program imunisasi nasional, yang sasarannya mencapai jutaan orang.

"Jadi beliau biasa membangun sistem yang dimulai dari perencanaan. Jadi relevan nih dengan isu MBG, siapa yang disasar," kata Arumsari. 

Dia menyatakan, Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN akan bertanggung jawab dalam memperbaiki penetapan sasaran hingga target penerima. Selain itu, Prima juga akan bertanggung jawab terhadap evaluasi efektivitas intervensi pemerintah melalui program MBG.

Sementara itu, nama kedua yang diperkenalkan adalah mantan Kepala Biro Keuangan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Zainuri, yang kini menjabat sebagai Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran BGN. Menurut dia, Zainuri memiliki pengalaman panjang sebagai auditor.

"Kita tempatkan lah beliau nih. Harus jadi lebih baik dong. Kan mantan auditor. Jadi nanti harus memperbaiki di situ, yang sudah terjadi kemarin, jangan terulang lagi," kata Arumsari.

Dengan latar belakang sebagai auditor, dia menilai, Zainuri akan bertugas memperbaiki sistem pengadaan, distribusi, dan pertanggungjawaban anggaran. Nantinya, BGN juga akan memperbaiki sistem untuk memastikan setiap dana yang keluar dari kas negara melalui virtual account dapat dipertanggungjawabkan secara rinci.

"Harapannya, nanti setiap rupiah anggaran dapat dikelola secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel," jelas Arumsari.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research