REPUBLIKA.CO.ID, TANJUNG SELOR, – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) pada Tahun Anggaran 2026 akan melaksanakan pembangunan dan rehabilitasi pelabuhan Kaltara, tepatnya di Pelabuhan Tengkayu I Kota Tarakan dan Pelabuhan Lintas Batas Laut (PLBL) Liem Hie Djung, Kabupaten Nunukan. Proyek ini difokuskan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan keselamatan penumpang.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kaltara, Idham Chalid, di Tanjung Selor, Senin, mengungkapkan bahwa kegiatan pembangunan dan rehab tahun ini dipusatkan di dua pelabuhan vital tersebut. "Tahun ini kami melaksanakan beberapa kegiatan pembangunan dan rehab di dua pelabuhan, yaitu di Pelabuhan Tengkayu I dan Pelabuhan Liem Hie Djung," ujarnya.
Pembangunan di Pelabuhan Tengkayu I
Di Pelabuhan Tengkayu I Tarakan, Dishub Kaltara akan membangun ruang tunggu baru, merehabilitasi area dermaga, serta membangun jalur pedestrian untuk pejalan kaki dari area parkir menuju terminal. Selain itu, akan dilakukan pengadaan penambahan troli barang.
Idham menjelaskan bahwa penambahan troli sangat mendesak karena unit yang ada saat ini sudah banyak yang rusak dan hanya tersisa beberapa. "Troli penting untuk membantu pelayanan di pelabuhan untuk mempermudah penumpang membawa barang," tegasnya.
Pemeliharaan Ponton di PLBL Liem Hie Djung
Sementara itu, di PLBL Liem Hie Djung, fokus utama adalah pemeliharaan ponton yang telah mengalami kebocoran di beberapa titik. Idham menyamakan prinsip perawatan ponton dengan kapal yang wajib melakukan doking setiap tahun.
"Karena prinsipnya kan ponton ini sama seperti kapal itu sebenarnya wajib doking setiap tahun, selama ini kan tidak pernah ada itu," katanya. Akibat belum pernah di-doking, kerusakan ponton dinilai sudah cukup parah namun masih bisa dilakukan perawatan.
Dishub Kaltara menganggarkan dana sebesar Rp160 juta untuk pemeliharaan ponton tersebut. Idham menekankan bahwa biaya perawatan ini jauh lebih terjangkau dibandingkan harus membeli ponton baru yang harganya bisa mencapai Rp7 miliar. "Ini jadi perhatian kita, karena dampaknya berpengaruh terhadap keselamatan penumpang atau orang-orang yang ada di atas ponton tersebut," ujarnya.
Selain ponton, Dishub juga akan melakukan pemeliharaan area parkiran di pelabuhan tersebut karena paving blok sudah mulai bergelombang dan rusak. Idham menegaskan bahwa seluruh proyek ini menyangkut peningkatan pelayanan di kedua pelabuhan strategis tersebut. PLBL Liem Hie Djung merupakan titik vital di wilayah perbatasan, sedangkan Pelabuhan Tengkayu I menjadi simpul transit utama jalur laut antar kabupaten di Kaltara menuju dan dari luar provinsi.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

13 hours ago
2











































