Di Tangan Ibu Rumah Tangga, Sampah Anorganik Berubah Menjadi Sumber Penghasilan

1 week ago 19

Warga menyelesaikan kerajinan berbahan baku sampah anorganik di Bank Sampah Persatuan Kreasi 308, Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta, Jumat (17/7/2026). Selain melayani penimbangan sampah, bank sampah tersebut juga memberdayakan warga terutama ibu rumah tangga untuk mengolah sampah anorganik menjadi berbagai produk kerajinan bernilai ekonomi sebagai upaya mengurangi sampah sekaligus mengampanyekan gaya hidup yang lebih bijak dan ramah lingkungan. (FOTO : Republika/Prayogi)

Sebanyak 12 warga yang juga merupakan kader Bank Sampah Persatuan Kreasi 308 turut terlibat dalam produksi kerajinan berbahan sampah anorganik. Program pemberdayaan ini telah berjalan sejak 2019. (FOTO : Republika/Prayogi)

Produk yang dihasilkan antara lain hiasan meja, lampu hias, alas duduk, kostum, ecobrick, hingga berbagai kerajinan dekoratif lainnya dengan harga jual berkisar Rp25.000 hingga Rp400.000, tergantung jenis dan tingkat kesulitan pembuatannya. (FOTO : Republika/Prayogi)

Keterampilan mengolah sampah menjadi kerajinan dipelajari warga secara otodidak, kemudian dibagikan kembali kepada warga lain. (FOTO : Republika/Prayogi)

Pengolahan sampah menjadi barang kerajinan tersebut tidak hanya membantu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA), tetapi juga membuka peluang usaha dan menambah pendapatan. (FOTO : Republika/Prayogi)

Selain mengelola sampah anorganik, Bank Sampah Persatuan Kreasi 308 juga mengolah sampah organik menjadi kompos yang dimanfaatkan untuk penghijauan dan kebutuhan di lingkungan sekitar. (FOTO : Republika/Prayogi)

Tak hanya itu bank sampah ini juga memproduksi eco enzyme, yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk cair, pembersih rumah tangga, hingga penyubur tanaman sehingga dapat mengurangi sampah organik sekaligus meningkatkan nilai manfaat limbah rumah tangga. (FOTO : Republika/Prayogi)

Berbagai produk kerajinan hasil olahan sampah dipasarkan kepada masyarakat sebagai bagian dari kampanye pengurangan sampah dan pemanfaatan kembali limbah yang masih memiliki nilai guna. (FOTO : Republika/Prayogi)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di tangan-tangan kreatif para ibu rumah tangga, sampah anorganik tak lagi dipandang sebagai limbah yang harus dibuang. Kantong plastik, kemasan bekas, hingga bahan daur ulang lainnya disulap menjadi berbagai kerajinan yang memiliki nilai ekonomi.

Melalui Bank Sampah Persatuan Kreasi 308 di kawasan Pondok Kelapa, Jakarta Timur, warga tidak hanya diajak memilah dan menabung sampah, tetapi juga diberdayakan untuk mengolahnya menjadi produk bernilai jual. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mengurangi timbulan sampah sekaligus menumbuhkan gaya hidup yang lebih bijak dan ramah lingkungan.

sumber : Republika

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research