REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Alquran menggambarkan surga sebagai negeri keselamatan yang dipersiapkan Allah SWT bagi orang-orang mukmin yang beriman. Di tempat yang penuh kenikmatan itu, para penghuninya hidup dalam persaudaraan, saling mencintai, dan terbebas dari segala sifat buruk seperti dengki, iri hati, permusuhan, maupun kebencian yang pernah ada ketika hidup di dunia.
Syaikh Mahir Ahmad Ash-Shuffi dalam Jinanul Khuldi, Naimuha wa Qushuruha wa Huruha menjelaskan bahwa surga adalah negeri keselamatan, negeri yang disiapkan oleh Allah SWT dengan kehendak-Nya agar orang-orang mukmin hidup di dalamnya dalam keadaan saling bersaudara, saling mencintai dalam kesenangan, dan saling bertatap muka.
Tidak ada lagi rasa dengki, iri, saling memusuhi, hasud, makar, atau sifat lain yang keji dan kotor dalam hati mereka ketika di dunia. Semuanya berada dalam kasih sayang, rasa senang, cinta, dan keselamatan karena negeri yang kekal dan nikmat yang agung sebagai tempat tinggal orang-orang mukmin adalah rahmat dari Allah SWT. Semua yang tinggal di dalam surga memiliki sifat-sifat terpuji, termasuk mereka yang berada di kedudukan surga tertinggi maupun yang terendah.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَا نُكَلِّفُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَآ اُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ الْجَنَّةِۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
Wal-lażīna āmanū wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti lā nukallifu nafsan illā wus‘ahā ulā'ika aṣḥābul-jannah(ti), hum fīhā khālidūn(a).
"(Adapun) orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, Kami tidak akan membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya. Mereka itulah penghuni surga. Mereka kekal di dalamnya." (QS Al-A'raf ayat 42)

20 hours ago
6

















































