REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Pintu wisata heritage Between Two Gates di Kelurahan Purbayan, Kotagede, Kota Yogyakarta, ditutup sementara untuk kunjungan wisata. Penutupan ini mencuat setelah unggahan seorang warga di media sosial Threads yang menyebut ketidaknyamanan penghuni akibat perilaku sebagian pengunjung yang dinilai kurang beretika.
"Mohon maaf, karena kami sebagai warga penghuni merasa tidak nyaman dengan adab sebagian pengunjung, maka dengan berat hati pintu regol saya tutup," tulis akun @gus_patub2 dalam unggahannya di Threads seperti dilihat Republika Selasa (2/6/2026).
Between Two Gates selama ini dikenal sebagai salah satu ikon wisata Kampung Wisata Purbayan. Deretan rumah bergaya Jawa lawas dengan lorong khas di tengahnya kerap menjadi tujuan wisatawan untuk berfoto maupun membuat konten media sosial.
Saat Republika mengunjungi lokasi, pintu tersebut memang ditutup. Bahkan terdapat pemberitahuan bertuliskan "Mohon Maaf. Hari Ini Kawasan Between Two Gates Kami Tutup Untuk Kunjungan Wisatawan. Pengelola BTG". Pemberitahuan tersebut tertempel di pintu masuk.
Saat dikonfirmasi, pengelola kawasan Between Two Gates sekaligus Ketua RW 9 Kampung Alun-alun, Joko Nugroho, menjelaskan penutupan sementara tersebut merupakan puncak dari berbagai keluhan warga terkait perilaku sebagian pengunjung yang tidak memahami bahwa kawasan tersebut merupakan bagian dari lingkungan rumah tinggal.
Joko menjelaskan, pemicu utama penutupan terjadi pada Ahad (31/5/2026) pagi saat sekitar 70 wisatawan yang datang menggunakan dua bus memasuki kawasan Between Two Gates sekitar pukul 07.00 WIB tanpa pemberitahuan sebelumnya.
"Ada serombongan tamu, kayaknya dari Jakarta, travelnya itu dari Jakarta. Dua bus turun di kompleks masjid itu langsung ke Between Two Gates masuk. Itu jam 7 pagi. Dan karena itu banyak orang, dua bus kan, karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya, warga itu banyak yang kaget," kata Joko dihubungi, Selasa (2/6/2026).
"Tanpa izin pengelola, jam 07.00 pagi, dan suasananya sangat padat dan berisik, padahal sudah ada papan pengumuman buka mulai jam 08.00 dan kalau aktivitas tertentu harus ada izin," ucapnya.
Ia menyampaikan, kawasan yang dikenal sebagai Between Two Gates sejatinya bukan ruang publik, melainkan lorong atau "longkang" yang berada di antara sembilan rumah warga. Selama ini warga sepakat membuka akses bagi wisatawan, namun tetap dengan aturan tertentu.

18 hours ago
3













































