20 Tahun Donasi Rp840 Triliun, Warren Buffett Kini Tinggalkan Gates Foundation, Isu Epstein Disorot

7 hours ago 3

CEO Berkshire Hathaway Warren Buffett (Tengah).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Investor legendaris Warren Buffett mengakui keberuntungan memainkan peran besar dalam keberhasilannya membangun kerajaan investasi Berkshire Hathaway. Menjelang ulang tahunnya yang ke-96, salah satu orang terkaya di dunia itu bahkan menyebut dirinya mungkin termasuk di antara 10 manusia paling beruntung dari delapan miliar penduduk bumi.

Pengakuan tersebut disampaikan Buffett dalam wawancara dengan CNBC yang dipublikasikan beberapa waktu lalu. Ketua Berkshire Hathaway yang memiliki kekayaan sekitar 147 miliar dolar AS itu menilai keterampilan, kerja keras, dan ambisi bukan satu-satunya penentu kesuksesan seseorang.

“Dari delapan miliar orang, mungkin saya salah satu dari 10 orang yang paling beruntung di dunia,” kata Buffett, sebagaimana dilaporkan Fortune pada Senin (20/7/2026).

Buffett menunjuk kesehatan dan umur panjangnya sebagai bagian dari keberuntungan tersebut. Pada usia yang mendekati 96 tahun, ia mengaku kemampuan berpikir dan daya ingatnya mulai menurun.

“Saya mulai kehilangan kelereng pada titik ini. Saya bisa mengumpulkan kelereng lebih lama daripada yang sebenarnya pantas saya dapatkan,” ujarnya, menggunakan metafora untuk menggambarkan kemampuan mentalnya. “Itu hanya persoalan keberuntungan.”

Pernyataan tersebut menjadi menarik karena datang dari seorang investor yang selama hampir sembilan dekade dikenal sebagai salah satu pengambil keputusan bisnis paling disiplin di dunia. Buffett membangun Berkshire Hathaway dari perusahaan tekstil yang mengalami kesulitan menjadi konglomerasi global dengan kepemilikan di berbagai sektor.

Namun, sosok yang dijuluki “Oracle of Omaha” itu berulang kali menolak anggapan bahwa kekayaannya semata-mata merupakan hasil kecerdasan dan kerja keras pribadi. Menurut Buffett, lingkungan tempat seseorang dilahirkan, kondisi keluarga, struktur sosial, serta kesempatan yang tersedia dapat menentukan arah kehidupan jauh sebelum seseorang membuat keputusan sendiri.

Mengakui Keuntungan Struktural

Dalam surat kepada para pemegang saham Berkshire Hathaway pada 2024, Buffett menyebut kelahirannya di Amerika Serikat sebagai salah satu keuntungan terbesar dalam hidupnya. Ia juga mengakui memperoleh keuntungan sosial karena terlahir sebagai laki-laki kulit putih.

“Saya begitu diuntungkan oleh status saya sebagai laki-laki sehingga sejak dini saya yakin akan menjadi kaya,” tulis Buffett.

Pandangan tersebut berkaitan dengan konsep yang kerap disebut Buffett sebagai “ovarian lottery” atau lotere kelahiran. Istilah itu pernah ia gunakan dalam pertemuan pemegang saham Berkshire Hathaway pada 1997.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research