REPUBLIKA.CO.ID, BANJARBARU — Sebanyak 125 siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, menjalani pembinaan kedisiplinan dan penguatan karakter bersama Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) menjelang dimulainya tahun ajaran 2026/2027. Program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kembali ritme kehidupan berasrama setelah para siswa menjalani libur panjang selama sekitar satu bulan.
Pendampingan oleh Taruna Akpol berlangsung pada 3–7 Agustus 2026 sebagai bagian dari rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dilaksanakan serentak di Sekolah Rakyat sesuai penugasan dari kementerian. Selain mengenalkan kembali kehidupan sekolah, kegiatan ini difokuskan pada pembentukan karakter, kedisiplinan, serta kesiapan fisik dan mental peserta didik untuk kembali menjalani pendidikan berbasis asrama.
Kepala SRT 9 Banjarbaru Rifki Hakim mengatakan sekolah sengaja memanggil para siswa lebih awal dibandingkan jadwal resmi MPLS. Langkah tersebut ditempuh agar para peserta didik memiliki waktu yang cukup untuk beradaptasi kembali dengan pola kehidupan di asrama sebelum mengikuti seluruh rangkaian kegiatan belajar mengajar.
"Kami mendatangkan siswa lebih awal pada 29 Juli 2026 atau dua hari sebelum jadwal resmi MPLS di sekolah rintisan. Tujuannya agar peserta didik memiliki waktu memulihkan ritme kehidupan berasrama sebelum mengikuti pembukaan MPLS dan kegiatan pembelajaran," ujar Rifki di Banjarbaru, Senin.
Menurut dia, masa transisi setelah libur panjang merupakan fase penting yang tidak bisa diabaikan. Perubahan pola tidur, kebiasaan sehari-hari, hingga kedisiplinan yang sempat longgar selama berada di rumah perlu dikembalikan secara bertahap agar siswa tidak mengalami kesulitan ketika memasuki rutinitas pendidikan berasrama.
Karena itu, sekolah mengawali kegiatan dengan program kesemaptaan yang bertujuan menyegarkan kembali kondisi fisik dan mental peserta didik. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana membangun kembali kebiasaan disiplin, ketahanan diri, dan kesiapan mengikuti aktivitas yang padat selama satu semester ke depan.
"Para Taruna Akpol memberikan pembinaan melalui latihan baris-berbaris, penanaman kedisiplinan, ketertiban, kebersihan, serta penguatan karakter sebagai bekal agar siswa kembali terbiasa menjalankan tata kehidupan di lingkungan asrama," katanya.
Pelibatan Taruna Akpol tidak hanya diarahkan pada pembentukan sikap disiplin secara fisik, tetapi juga menanamkan nilai kepemimpinan, tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Nilai-nilai tersebut dinilai menjadi fondasi penting bagi peserta didik yang menjalani pendidikan dalam sistem berasrama.
Latihan baris-berbaris, misalnya, dipandang bukan sekadar aktivitas membentuk kekompakan. Melalui latihan tersebut siswa belajar menghargai aturan, membangun konsentrasi, mengendalikan emosi, serta menumbuhkan rasa percaya diri dalam bekerja sama dengan kelompok.
sumber : Antara

2 hours ago
1










































