UEA Klaim Cegat Lebih dari 180 Rudal Iran Sejak Konflik Memanas

4 hours ago 1

Rudal Khorramshahr-4 diluncurkan oleh IRGC.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Uni Emirat Arab (UEA) mencegat lebih dari 180 rudal balistik sejak Iran melancarkan serangan balasan ke sejumlah negara Teluk setelah diserang oleh Amerika Serikat dan Israel. Dalam sebuah konferensi pers, juru bicara Kementerian Pertahanan UEA Brigadir Jenderal Pilot Abdulnasir Alhameedi menegaskan bahwa negaranya senantiasa berada pada tingkat kesiapsiagaan operasional tertinggi untuk menghadapi potensi ancaman.

“Sejak awal serangan Iran, pertahanan udara UEA telah menangani 186 rudal balistik, dengan 172 rudal berhasil dihancurkan, sementara 13 rudal jatuh ke laut dan satu rudal jatuh di wilayah UEA,” kata otoritas UEA sebagaimana dikutip dari Kantor Berita Emirat WAM di Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Ia menjelaskan sebagian besar dampak yang tercatat merupakan hasil dari operasi pencegatan rudal, bukan akibat serangan langsung.

Alhameedi mengatakan Angkatan Bersenjata UEA mengoperasikan sistem pertahanan udara berlapis yang terintegrasi dan mampu menghadapi berbagai bentuk ancaman udara.

“UEA juga memiliki cadangan amunisi strategis yang cukup untuk memastikan keberlanjutan operasi pertahanan dalam jangka waktu lama, sehingga kesiapan tempur dan keamanan nasional tetap terjaga,” ujarnya.

Menurut dia, sistem pertahanan UEA berhasil mencegat rudal balistik pada waktu yang tepat sehingga secara signifikan dapat mengurangi potensi kerusakan serta mencegah hilangnya nyawa dan harta benda.

Namun demikian, Kementerian Pertahanan UEA mengakui bahwa operasi pencegatan dan pertahanan udara yang berlangsung menimbulkan suara dentuman yang terdengar di berbagai wilayah di negara tersebut.

Angkatan Bersenjata UEA terus memantau perkembangan situasi pada matra darat, laut, dan udara. Komando Umum Angkatan Bersenjata UEA juga memastikan penguatan sistem pertahanan, sistem peringatan dini, serta struktur komando terpadu untuk menjamin respons cepat terhadap setiap potensi ancaman.

sumber : ANTARA

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research