TNI Jelaskan Dua Insiden Berbeda di Kabupaten Puncak, Papua saat OPM Habisi Warga

2 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- TNI memberikan keterangan resmi menyikapi informasi yang berkembang di masyarakat terkait dugaan penembakan terhadap seorang anak di Papua. Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat dua insiden berbeda yang sama-sama terjadi pada 14 April 2026.

Peristiwa pertama terjadi di Kampung Kembru, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah. Berdasarkan laporan masyarakat terdapat keberadaan kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) di wilayah tersebut. Menindaklanjuti informasi tersebut, prajurit TNI melaksanakan patroli dan pengecekan.

"Saat tiba di lokasi, tim mendapat tembakan dari kelompok bersenjata tersebut sehingga terjadi kontak tembak. Dalam peristiwa ini, empat orang dari kelompok bersenjata OPM berhasil dilumpuhkan," kata Kepala Penerangan Komando Operasi (Kapen Koops) TNI Habema Letkol Wirya Arthadiguna dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Wirya melanjutkan, dari lokasi kejadian, aparat juga menyita sejumlah barang bukti yang mengindikasikan aktivitas kelompok bersenjata. Antara lain, dua pucuk senjata rakitan, satu pucuk senapan angin, munisi kaliber 5,56 milimeter (mm) dan 7,62 mm, satu selongsong peluru, busur dan anak panah, serta berbagai senjata tajam seperti parang, kapak, pedang, dan pisau.

Selain itu, Koops Habema TNI menemukan perlengkapan komunikasi berupa beberapa unit telepon genggam dan handy talky (HT), bendera OPM, serta dokumen identitas dan perlengkapan pribadi lainnya. Wirya melanjutkan, insiden kedua terjadi di Kampung Jigiunggi yang berjarak hampir tujuh kilometer (km) dari lokasi pertama.

"Di mana, aparat TNI menerima laporan dari kepala kampung setempat mengenai adanya seorang anak yang meninggal dunia dengan luka tembak. TNI segera melakukan pengecekan dan memastikan adanya korban tersebut," kata Wirya.

Namun demikian, sambung dia, hingga saat ini masih dilakukan pendalaman dan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kejadian. Wirya menyebut, TNI memastikan tidak ada keterlibatan prajurit dalam peristiwa penembakan terhadap anak tersebut.

"Kedua peristiwa terjadi di lokasi yang berjauhan, waktu yang berbeda dan tidak saling berkaitan serta tidak ada kegiatan patroli TNI di Kampung Jigiunggi pada saat kejadian. TNI berkomitmen selalu bertindak secara profesional, transparan dan akuntabel dalam setiap pelaksanaan tugas," ucap Wirya.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research