Campus League Usung Sistem Baru untuk Masa Depan Atlet Mahasiswa di Indonesia

2 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kompetisi olahraga antarperguruan tinggi, Campus League, resmi meluncurkan Musim 1 melalui acara Grand Launching Campus League di UP at Thamrin Nine, Jakarta, Senin (2/4/2026). Peluncuran ini menjadi tonggak sejarah lahirnya ekosistem olahraga kampus di Indonesia yang tidak sekadar berfokus pada penyelenggaraan event sementara, tetapi juga membangun infrastruktur jangka panjang demi mendukung masa depan student-athlete (atlet mahasiswa) Tanah Air.

CEO Campus League, Ryan Gozali, menyampaikan bahwa inisiatif ini lahir untuk menjawab tantangan terkait masa depan mahasiswa yang aktif berolahraga, namun tidak menjadikan atlet profesional sebagai jalan karier utama mereka setelah lulus. Ia menegaskan, Campus League hadir untuk memastikan pengalaman kompetitif di kampus menjadi investasi berharga bagi pembentukan karakter dan karier profesional mereka.

“Statistik menunjukkan bahwa 99 persen atlet mahasiswa tidak akan berkarier sebagai atlet profesional. Namun, mereka memiliki potensi besar untuk menjadi profesional yang unggul di berbagai sektor industri,” ujar Ryan.

Ryan menjelaskan bahwa mentalitas yang ditempa melalui kompetisi olahraga menghasilkan soft skills krusial seperti manajemen waktu, resiliensi (ketangguhan), disiplin, kerja sama tim, dan kepemimpinan. Oleh karena itu, Campus League hadir tidak sekadar sebagai penyelenggara liga, melainkan sebagai infrastruktur pengembangan diri yang menjadikan olahraga sebagai sarana strategis dalam membentuk sumber daya manusia Indonesia yang komprehensif.

Visi besar Campus League turut mendapat dukungan penuh dari para mitra strategis, terutama Bayan Peduli dan Polytron sebagai sponsor utama.

Direktur PT Bayan Resources Tbk, Merlin, menyoroti pentingnya kolaborasi ini dalam menciptakan ekosistem olahraga yang berkelanjutan bagi talenta muda, khususnya di wilayah Kalimantan.

“Kami percaya bahwa investasi terbaik adalah pengembangan manusia. Melalui kompetisi terstruktur seperti Campus League, kita tidak hanya mencetak atlet berprestasi, tetapi juga membentuk karakter, disiplin, dan sportivitas generasi muda. Bayan Group berkomitmen untuk terus ‘Berkarya Nyata, Bangun Bangsa’ dengan menyediakan wadah inklusif bagi talenta lokal agar mampu bersinar di kancah nasional maupun internasional,” papar Merlin.

Commercial Director Polytron, Tekno Wibowo menambahkan bahwa olahraga kampus adalah miniatur dari dunia profesional yang sesungguhnya. Sama halnya dengan Campus League yang berinvestasi pada infrastruktur untuk membentuk karakter, kedisiplinan, dan daya juang para student-athlete, Polytron hadir untuk melengkapi perjalanan tersebut melalui infrastruktur teknologi. Kami menambah keseruan di Campus League dengan menghadirkan Polytron Luxia untuk mendampingi perjalanan akademis mereka di kampus.

“Laptop ini dirancang khusus sesuai kebutuhan mahasiswa dengan mobilitas tinggi, mengunggulkan desain ringan, daya tahan baterai awet, dan performa tangguh. Kami menyadari bahwa sebagian besar atlet mahasiswa akan merintis karier gemilang di luar arena olahraga, dan Polytron Luxia berkomitmen mengawal setiap langkah transisi mereka; dari mencetak prestasi di lapangan, mengejar nilai di ruang kuliah, hingga kelak memimpin di dunia profesional,” ungkap Tekno.

Campus League berlandaskan pada tiga pilar utama: Akademik (Academics), Atletisme (Athleticism), dan Afiniti (Affinity). Ketiga fondasi ini dirancang agar generasi muda Indonesia memiliki pendidikan formal yang berkualitas, fisik yang tangguh, serta kepekaan sosial yang tinggi. Terinspirasi dari The National Collegiate Athletic Association (NCAA) di Amerika Serikat, Campus League telah menyusun peta jalan strategis dalam tiga fase jangka panjang:

Fase 1 (2025–2028): Pembangunan fondasi ekosistem, perluasan jangkauan kota penyelenggara, diversifikasi cabang olahraga, dan implementasi sistem Grand Champions melalui ajang UniGames.

Fase 2 (2028–2029): Pemantapan ekosistem melalui sistem laga kandang-tandang (home and away), integrasi kompetisi non-olahraga lintas disiplin, serta pembukaan jalur menuju kompetisi olahraga tingkat internasional.

Fase 3 (2030–2034): Fokus pada keberlanjutan dan ekspansi global melalui penerapan sistem liga tertutup (closed league system), komersialisasi tim kampus yang sehat, serta perluasan dampak yang melampaui ekosistem perguruan tinggi.

Musim 1 Campus League merupakan lompatan besar dari Musim 0 (2025) yang sebelumnya hanya mempertandingkan futsal di Jakarta dan Yogyakarta. Mulai 2026, kompetisi berekspansi secara signifikan ke Samarinda, Bandung, Semarang, dan Surabaya. Tiga cabang olahraga utama, yalmo Basket, Badminton, dan Futsal akan digelar di lima regional tersebut secara berkesinambungan. Cabor Basket akan bergulir pada April hingga Juni, disusul Badminton, dan ditutup oleh Futsal pada Desember 2026.

Sebagai puncak perhelatan Musim 1, Campus League akan menggelar UniGames, sebuah ajang multi-sports berskala nasional antarkontingen kampus yang mengadopsi semangat multievent bergengsi seperti PON dan Olimpiade.

Berlokasi di Universitas Pelita Harapan (UPH), Karawaci, Tangerang, UniGames akan mempertandingkan cabor tambahan yang meliputi taekwondo, kempo, jujitsu, gulat, biliar, sepak bola putri, basket 3x3, dan atletik. Predikat Grand Champions akan dianugerahkan kepada kampus dengan raihan akumulasi medali emas terbanyak sejak cabor pembuka hingga penutupan UniGames.

Menandai dibukanya Musim 1 secara nasional, Campus League Kompetisi Basket Regional Surabaya akan dilangsungkan pada 22–29 April 2026 di GOR Basket Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Sebanyak 16 tim putra dan 8 tim putri dari 17 perguruan tinggi siap berlaga.

Menariknya, kompetisi ini tidak hanya diikuti oleh kampus lokal asal Surabaya dan Malang, tetapi juga menarik partisipasi kampus dari luar Pulau Jawa, yakni Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura dan Universitas Ciputra Makassar (UCM).

Pada sistem penyisihan, sektor putra telah terbagi menjadi empat grup, sementara sektor putri terbagi menjadi dua grup. Pertarungan sengit diprediksi akan terjadi sejak awal kompetisi, salah satunya di Grup D kategori putra yang mempertemukan tim unggulan Universitas Surabaya (Ubaya), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Universitas Katolik Darma Cendika. Sementara itu, Uncen akan berada di Grup A bersama tim debutan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Ciputra Surabaya (UCS).

"Kami memiliki ambisi besar untuk menjuarai The National. Oleh karena itu, di Regional Surabaya ini kami akan berjuang maksimal untuk meraih posisi pertama," tegas Adhika Putra Wicaksono, ofisial tim basket Ubaya, usai pengundian grup di GOR Basket Unesa, Rabu (15/4).

Di sektor putri, tuan rumah Unesa tergabung dalam Grup F yang berisi tim-tim kuat asal Surabaya, yakni Ubaya, ITS, dan Unair. “Tentu ada kewaspadaan tersendiri karena kami berada di grup yang kompetitif bersama tim-tim unggulan,” ungkap pemain Unesa, Aisya Nayla Bihesti Zewar.

Berbeda dengan Grup F, Grup E justru menjadi arena persaingan tim-tim putri asal Malang. Universitas Brawijaya (UB), tim debutan Universitas Ma Chung (UMC), dan Universitas Negeri Malang (UM) akan bersaing ketat dengan UCM yang menjadi satu-satunya perwakilan dari Makassar.

Head of Competition Campus League, Dave Leopold, menjelaskan pada Musim 1 terdapat pembaruan regulasi dengan mengizinkan setiap tim untuk mendaftarkan satu pemain profesional dan satu pemain asing. Kebijakan ini bertujuan untuk memberikan menit bermain (minute play) yang lebih memadai bagi para pemain.

“Di usia mahasiswa, pemain profesional sering kali memiliki menit bermain yang minim di klubnya. Sesuai arahan dari Perbasi, kami membolehkan setiap tim menggunakan satu pemain pro. Terlebih jika pemain tersebut menerima beasiswa jalur prestasi dari kampusnya, sudah selayaknya ia diberi wadah untuk membela almamaternya,” jelas Dave.

Terkait pemain asing, Dave menegaskan bahwa pemain tersebut harus berstatus mahasiswa reguler waktu penuh (full-time), bukan sekadar peserta pertukaran mahasiswa, serta wajib memenuhi seluruh persyaratan administrasi termasuk kelengkapan izin tinggal.

Penerapan Standar FIBA dan Pengawasan Perbasi

Kompetisi basket Campus League akan menggunakan sistem round-robin (setiap tim saling berhadapan) di fase penyisihan grup. Di sektor putra, hanya juara grup yang akan lolos ke semifinal. Sementara di sektor putri, juara grup dan runner-up berhak melaju ke babak empat besar melalui sistem gugur (knock-out).

Juara dan runner-up Regional Surabaya, baik putra maupun putri, akan mengantongi tiket ke fase puncak kompetisi, The National, yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 6–13 Juni 2026. Sang Juara Nasional nantinya akan mewakili perguruan tinggi Indonesia di ajang Asian University Basketball League 2027.

Pertandingan juga mengadopsi regulasi resmi FIBA, termasuk sistem waktu bersih 4x10 menit dan aturan jersey seragam (warna terang solid dan warna gelap). “Tim dengan jersey berwarna terang akan disebut pertama, diperlakukan sebagai ‘tuan rumah’, dan menempati sisi kiri lapangan. Setelan jersey atas dan bawah harus berwarna sama dan solid,” jelas Arnas Anggoro, wasit basket nasional dari Perbasi Jawa Timur.

Perbasi secara langsung akan memantau jalannya kompetisi ini karena relevansinya dengan pembentukan talent pool untuk Tim Nasional. Oleh sebab itu, batas usia maksimal pemain yang diizinkan tampil adalah mahasiswa kelahiran tahun 2003.

Seluruh pertandingan basket Regional Surabaya akan disiarkan secara langsung melalui live streaming di kanal YouTube Campus League. Masyarakat juga dapat menyaksikan pertandingan secara langsung di GOR Basket Unesa tanpa dipungut biaya.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research