Tips Atur Emosi Buat Orang Tua Saat Puasa Ketika Anak Rewel

2 hours ago 1

Orang tua dan anak (ilustrasi). Menurut psikolog, kondisi emosi yang dirasakan orang tua bisa terjadi karena berbagai hal seperti lapar, marah, sendiri dan lelah atau hungry, angry, lonely, tired (HALT).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ada kalanya kesabaran orang tua yang biasanya setebal baja mendadak menipis. Terutama pada bulan suci Ramadhan, saat tubuh harus beradaptasi dengan perubahan pola makan dan penurunan kadar gula darah yang drastis.

Di saat lemas melanda, satu tarikan baju atau satu rengekan kecil dari si buah hati bisa terasa seperti "ledakan" besar yang memancing amarah. Psikolog klinis remaja dan dewasa, Nena Mawar Sari, membagikan kiat agar para orang tua dapat tetap berdaya dan bijak dalam merespons situasi di rumah, yaitu dengan teknik berjeda dan kesadaran penuh.

"Biasanya dalam kondisi lapar, marah, kesepian kemudian kita merasa capek, emosi kita jadi mudah terpancing. Nah caranya adalah dengan berjeda dan tetap menyadari emosi kita itu bentuknya yang mana," ujarnya pada Jumat (27/2/2026).

Menurutnya, kondisi emosi yang dirasakan orang tua bisa terjadi karena berbagai hal seperti lapar, marah, sendiri dan lelah atau hungry, angry, lonely, tired (HALT). Terlebih saat ini umat Islam tengah menjalankan ibadah puasa, kondisi ini kerap menyebabkan gula darah menurun sehingga lemas. "Kita harus menahan lah emosi, emosional kita, belum lagi sibuk masak dan energi kita habis," ujarnya.

Dengan menyadari kondisi yang dialami, maka diharapkan untuk mengambil tindakan seperti jeda, agar tindakan impulsif yang berpotensi melakukan tindakan yang akan disesali dalam waktu mendatang tidak terjadi. "Jadi nggak apa-apa untuk mengatakan mama sedang capek, bisa nggak kita ngobrolnya nanti atau misalnya lihat gambarnya ya pada saat sudah istirahat dan lain sebagainya sehingga kita bisa menghindari tindakan impulsif," kata dia.

sumber : Antara

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research