Sejumlah siswa sekolah membaca Al Quran bersama-sama di Masjid Raya Nurul Wathon, Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (26/2/2026). Kegiatan tadarus Al Quran yang diikuti ratusan siswa itu merupakan bagian dari pesantren kilat yang rutin dilaksanakan saat Bulan Suci Ramadhan.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di bawah cahaya pagi Ramadhan yang lembut menyusup melalui jendela-jendela besar Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) di Semarang, ribuan suara anak muda bergema dalam takbir dan doa. Sekitar 7.000 siswa dari SD hingga SMA di Kota Semarang memenuhi pelataran, mata mereka berbinar penuh harap, sementara 78 pengurus Rohis dari 34 provinsi serta 35 perwakilan dari Jawa Tengah bersiap menjalani empat hari penuh makna.
Di antara hembusan angin sepoi yang membawa aroma takjil dan semangat puasa, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Prof. Phil. Kamaruddin Amin melangkah ke mimbar, suaranya tenang namun tegas menyapa generasi yang ia sebut sebagai penentu masa depan bangsa.
“Anak-anak Rohis harus berprestasi secara akademik sekaligus kuat secara karakter,” ujarnya saat membuka Pesantren Ramadhan Rohis Indonesia 2026, Kamis (5/3). “Masa depan bangsa ini sangat ditentukan oleh kualitas diri generasi mudanya.”
Bukan sekadar rutinitas tahunan, kegiatan yang kini memasuki tahun keempat di MAJT ini dirancang sebagai ruang penguatan iman, ilmu, dan jejaring. Tema “Ramadan Penuh Cinta” mengalir dalam setiap sesi: dari takhtimul Qur’an yang membuka hari, hingga peluncuran program Wakaf Rohis Indonesia dan gerakan ekoteologi berupa penanaman 70 pohon kelengkeng yang akan dibawa peserta ke sekolah masing-masing.
Di sela itu, Universitas Dian Nuswantoro memperkenalkan Animasi Murottal (A-Mur), inovasi teknologi bernuansa religi yang membuat ayat-ayat suci terasa lebih dekat dengan jiwa anak muda digital.
Giftan Azkaniar, siswa kelas VIII SMP Islam Terpadu Al Fateeh Semarang, tersenyum lebar saat bercerita. “Seneng aja bisa ketemu banyak teman baru. Tadi ikut pembukaan aja, ke sini bareng sama perwakilan dari sekolah,” katanya sederhana, tapi matanya mencerminkan kegembiraan yang tulus. Bagi Giftan dan ribuan teman sebayanya, momen ini bukan hanya acara; ia adalah pertemuan hati dengan nilai-nilai yang ingin mereka peluk erat sepanjang hidup.
Jauh dari hiruk-pikuk Semarang, di Kudus, semangat serupa mengalir dalam bentuk lain yang lebih dekat dengan akar-akar pendidikan sehari-hari. Pemerintah Kabupaten Kudus kembali menggelorakan program pesantren kilat selama Ramadhan, bukan sebagai formalitas, melainkan benteng pelindung bagi karakter anak-anak. Bupati Sam'ani Intakoris menegaskan hal itu dengan nada prihatin sekaligus penuh tekad.
sumber : Antara

7 hours ago
3













































