REPUBLIKA.CO.ID, SURAKARTA -- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menunjukkan perannya dalam penguatan pendidikan tinggi Muhammadiyah.
Hal ini ditunjukkan melalui keikutsertaan aktif pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVII Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Perguruan Tinggi Muhammadiyah-'Aisyiyah (ALPTK PTMA) Berbasis Outcome Based Education (OBE) sekaligus ProfunEdu ke-12 Tahun 2026 yang digelar di Lampung.
Dalam forum yang dihadiri pimpinan perguruan tinggi Muhammadiyah dari seluruh Indonesia tersebut, Ketua ALPTK PTMA yang juga Rektor UMS Prof Dr Harun Joko Prayitno, M.Hum menegaskan, rakernas menjadi momentum strategis untuk memperkuat transformasi pendidikan guru melalui implementasi Outcome Based Education (OBE), penguatan riset, dan peningkatan daya saing lulusan.
Kegiatan pembukaan yang berlangsung di Rumah Dinas Mahan Agung, kediaman Gubernur Lampung, Kamis (25/6/2026), itu turut dihadiri Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, dan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Dr Fajar Riza Ul Haq, MA, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Lampung Prof Dr Sudarman, para rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Provinsi Lampung, serta dekan dan ketua program studi LPTK PTMA se-Indonesia juga turut hadir dan mengikuti serangkaian acara.
Sebagai Ketua ALPTK PTMA, Harun menjelaskan, rakernas dan ProfunEdu merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan secara bergilir di dalam dan luar negeri. Sebelumnya, kegiatan serupa telah sukses dilaksanakan di Australia, Bali, dan Taiwan.
Menurutnya, forum tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antarlembaga, tetapi juga ruang strategis untuk merumuskan arah pengembangan ALPTK PTMA dalam menjawab tantangan pendidikan yang terus berkembang.
"Melalui rakernas ini, ALPTK PTMA memperkuat komitmen dalam mengimplementasikan Outcome Based Education atau kurikulum berbasis luaran, meningkatkan kualitas riset pendidikan, serta menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi global dan mampu menjawab kebutuhan dunia kerja," ungkapnya, Jumat, (26/6/2026).
Bagi UMS, lanjutnya, forum ini sekaligus menegaskan komitmennya dalam memimpin transformasi pendidikan guru yang adaptif, berorientasi pada capaian pembelajaran, dan mampu melahirkan lulusan yang unggul, berintegritas, serta berdaya saing global.
Selain agenda kelembagaan, Rakernas XVII juga menghadirkan berbagai pembahasan strategis mengenai penguatan kurikulum berbasis luaran, inovasi pembelajaran, kolaborasi riset, serta internasionalisasi pendidikan tinggi Muhammadiyah.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengapresiasi penyelenggaraan Rakernas XVII ALPTK PTMA di Provinsi Lampung.
Ia berharap kolaborasi pemerintah daerah, Muhammadiyah, dan perguruan tinggi meningkatkan kualitas pendidikan tinggi sekaligus mendorong peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi di Lampung yang saat ini masih di bawah rata-rata nasional.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah , Dr Fajar Riza Ul Haq, MA menyampaikan arah kebijakan pemerintah dalam pengembangan profesi guru. Ia menegaskan, ke depan tidak akan ada lagi guru honorer di sekolah negeri karena seluruh rekrutmen akan dilakukan melalui skema ASN PPPK.
Fajar juga menjelaskan kebijakan baru terkait sertifikasi guru. Lulusan program studi kependidikan nantinya tidak lagi diwajibkan mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG), melainkan bisa langsung memperoleh sertifikat pendidik melalui ijazah S1 atau D4 kependidikan.
Adapun PPG akan difokuskan bagi lulusan non-kependidikan yang mengajar sesuai bidangnya.
Rakernas XVII ALPTK PTMA Berbasis OBE dan ProfunEdu ke-12 Tahun 2026 diharapkan semakin memperkuat posisi ALPTK PTMA sebagai penggerak peningkatan mutu lembaga pendidikan tenaga kependidikan di lingkungan Muhammadiyah-'Aisyiyah.

3 hours ago
1














































