Pemerintah Tambah Dana Rp 400 Triliun ke Himbara untuk Jaga Likuiditas Perbankan

2 hours ago 1

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan saat konferensi pers APBN KiTa edisi Juni 2026 di Jakarta, Jumat (5/6/2026). Kementerian keuangan melaporkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Mei 2026 mencatatkan defisit sebesar Rp180,4 triliun atau setara 0,70 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Meski kantong negara tekor akibat belanja yang melonjak agresif, pemerintah mengklaim kondisi fiskal masih aman berkat setoran pajak yang tumbuh subur.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa kembali menempatkan dana pemerintah hingga Rp 400 triliun di bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Hal itu dilakukan guna memperkuat likuiditas perbankan dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

Sebelumnya, dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang masih tersimpan di Bank Indonesia (BI) tercatat sebesar Rp 590 triliun. Purbaya menjelaskan, dari penempatan dana sekitar Rp 300 triliun di Himbara pada 2025, sebagian telah ditarik kembali dalam beberapa bulan terakhir sehingga tersisa sekitar Rp 170 triliun.

Selanjutnya, pemerintah kembali menambah penempatan dana menjadi Rp 200 triliun. Hingga akhir tahun, pemerintah akan menambah masing-masing Rp 100 triliun dalam dua tahap sehingga total dana pemerintah yang ditempatkan di Himbara mencapai Rp 400 triliun.

"Di sana sudah mulai kekeringan likuiditas. Saya bilang ke mereka, saya akan kembalikan lagi uang pemerintah ke Himbara. Bahkan saya tambah. Tadinya Rp 200 triliun, saya tambah Rp 100 triliun. Nanti ada lagi Rp 100 triliun. Jadi akan cukup likuiditas di sektor perbankan kita," kata Purbaya dalam taklimat media di Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Purbaya mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah pemerintah menerima berbagai masukan dari bank-bank pelat merah terkait kondisi likuiditas. Melalui penempatan kembali dana SAL di Himbara, pemerintah berharap kemampuan perbankan dalam menyalurkan kredit tetap terjaga sehingga dapat menopang aktivitas ekonomi.

sumber : ANTARA

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research