Emanuella Bungasmara Ega Tirta, CNBC Indonesia
01 April 2026 14:35
Jakarta, CNBC Indonesia- Awal 2026 dibuka dengan pesta belanja digital. Dalam waktu kurang dari tiga bulan (Januari-Maret 2026) atau kuartal I-2026, transaksi Fast-Moving Consumer Goods (FMCG )di e-commerce Indonesia sudah menembus Rp40 triliun.
Angka itu melampaui rekor kuartal sebelumnya dan lahir saat jumlah merek yang bermain di pasar malah menyusut.
Di tengah ledakan permintaan selama Ramadan dan Lebaran, uang belanja konsumen semakin terkumpul pada segelintir nama besar.
Melansir dari Compas.co.id, angka ini melampaui capaian kuartal IV-2025 sebesar Rp39,6 triliun dan menjadi level tertinggi sejak pencatatan dilakukan. Dibandingkan kuartal I-2025, nilainya melonjak signifikan, mengindikasikan akselerasi konsumsi digital di awal tahun.
Foto: Compas
Penjualan e-commerce Q1
Compas.co.id merupakan leading e-commerce data provider dan business analysis company. Mereka meng-capture penjualan dari raksasa e-commerce yakni Tokopedia, Lazada, Shopee, Blibli hingga Tik Tok.
Beauty Masih Raja, F&B Melonjak Tajam, Homecare dan Healthcare Ikut Terdorong
Lonjakan ini terjadi dalam struktur pertumbuhan yang tidak merata. Kategori beauty masih memegang porsi terbesar dengan nilai Rp18,6 triliun atau tumbuh 33% secara tahunan. Di bawahnya, makanan dan minuman (F&B) mencatat Rp10,3 triliun dengan pertumbuhan 88% YoY. Pergerakan ini beririsan langsung dengan momentum Ramadan dan Lebaran yang jatuh di kuartal pertama, mendorong belanja konsumsi dalam skala luas.
Di luar dua kategori utama tersebut, lonjakan paling agresif terjadi pada homecare. Nilai penjualannya mencapai Rp2 triliun, dengan pertumbuhan 96% YoY.
Produk seperti tisu, insektisida, dan kebutuhan kebersihan menjadi pendorong utama. Sementara itu, healthcare mencapai Rp6 triliun dengan pertumbuhan 40% YoY, disertai kenaikan volume transaksi sebesar 23%. Segmen mom & baby berada di Rp3,2 triliun dengan pertumbuhan 20%, dengan volume transaksi relatif stabil.
Foto: Compas
Dinamika Persaingan Brand: Konsolidasi di Tengah Akselerasi
Pasar Membesar, Jumlah Brand Menyusut
Di tengah ekspansi nilai pasar, jumlah brand aktif di sebagian besar kategori justru berkurang. Pada kategori beauty terjadi penurunan sekitar 1%, F&B turun 8%, dan healthcare turun 4%. Hanya homecare yang mencatat kenaikan jumlah brand sebesar 15%.
Perubahan ini menggeser distribusi pertumbuhan ke pemain yang lebih dominan. Di kategori beauty, pertumbuhan tinggi dicatat oleh Glad2Glow (+67%), Oh My Glam (+148%), dan Scarlett (+129%). Pada F&B, lonjakan datang dari Bimoli (+907%), Indocafe (+497%), dan Sedaap (+688%). Healthcare juga mengalami perubahan peta dengan Metoo (+768%) dan Tolak Angin (+268%) naik signifikan.
Peta Platform Berubah, Strategi mengikuti
Perubahan lanskap juga terlihat di level platform.
ShopTokopedia mencatat pertumbuhan tertinggi di hampir seluruh kategori: beauty naik 75%, F&B 127%, healthcare 79%, dan mom & baby 39%. Shopee masih menjadi platform dengan volume terbesar, dengan pertumbuhan kuat di homecare sebesar 118% dan F&B 83%. Di sisi lain, Lazada mengalami kontraksi di kisaran -49% hingga -66% pada berbagai kategori, sementara Blibli mencatat pertumbuhan negatif hampir di seluruh segmen.
Perbedaan karakter platform memengaruhi strategi penjualan. Di Shopee, lebih dari 90% transaksi terjadi tanpa diskon besar, dengan potongan harga di bawah 20%. Struktur ini menjaga konversi tetap stabil tanpa ketergantungan pada promosi agresif. Sebaliknya, ShopTokopedia didorong oleh skema diskon yang lebih dalam.
Format produk juga berperan besar. Bundling menjadi format dominan di ShopTokopedia dengan kontribusi 29,4% pada F&B, 40,3% pada mom & baby, serta 40,2% pada homecare. Di Blibli, format karton relevan untuk pembelian dalam jumlah besar, dengan kontribusi 23,6% pada homecare dan 21,3% pada F&B.
Kuartal II- 2026, di Level Tinggi
Ke depan, Compas.co.id memproyeksikan pasar FMCG e-commerce pada kuartal II-2026 akan mencapai Rp46,7 triliun.
Angka ini berada di bawah lonjakan kuartal I-2026 yang terdorong musim konsumsi, namun tetap berada di atas seluruh capaian kuartalan sepanjang 2025.
Struktur pertumbuhan masih ditopang oleh kategori beauty dan F&B, dengan ShopTokopedia sebagai salah satu kanal utama ekspansi.
Foto: Compas.id
Proyeksi FMCG
CNBC Indonesia Research
(emb/emb)
Addsource on Google












































