Rupiah Kalah Telak Lawan Dolar Singapura, 1 SGD Hampir Rp14.000

13 hours ago 1

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia

29 May 2026 09:33

Jakarta, CNBC Indonesia - Tak hanya keok melawan dolar Amerika Serikat (AS), rupiah juga terus tertekan menghadapi mata uang tetangga, dolar Singapura.

Melansir data Refinitiv, per pukul 09.18 WIB, rupiah melemah 0,45% terhadap dolar Singapura. Kurs rupiah kini berada di level Rp13.990/SGD, atau semakin dekat dengan level psikologis di Rp14.000/SGD.

Posisi tersebut sekaligus menjadi level terlemah rupiah terhadap dolar Singapura sepanjang masa atau All Time Low

Tekanan rupiah terhadap dolar Singapura juga terlihat dalam beberapa waktu terakhir. Pada akhir 2025, kurs SGD/IDR masih berada di level Rp12.957,64/SGD. Artinya, sepanjang tahun berjalan, rupiah sudah melemah sekitar 7,97% terhadap dolar Singapura.

Pelemahan ini menjadi sorotan karena Singapura merupakan salah satu mitra ekonomi penting Indonesia. 

Kenapa Dolar Singapura Bisa Kuat?

Pelemahan rupiah terhadap dolar Singapura juga tidak bisa dilepaskan dari posisi SGD yang selama ini dikenal sebagai salah satu mata uang paling stabil di Asia.

Berbeda dengan banyak bank sentral lain, Monetary Authority of Singapore (MAS) tidak menjadikan suku bunga sebagai instrumen utama kebijakan moneter. MAS mengelola kebijakan moneter melalui nilai tukar dolar Singapura terhadap sekeranjang mata uang mitra dagang utama atau yang dikenal sebagai S$NEER.

Dengan kerangka tersebut, dolar Singapura diarahkan bergerak dalam rentang tertentu agar tetap selaras dengan kebutuhan ekonomi. Bila diperlukan, MAS juga dapat melakukan intervensi di pasar valas untuk menjaga stabilitas nilai tukar.

Kebijakan ini membuat dolar Singapura cenderung kuat, terutama ketika tekanan inflasi impor meningkat. Bagi Singapura yang sangat bergantung pada impor, mata uang yang kuat membantu menahan kenaikan harga barang dari luar negeri, termasuk energi dan kebutuhan konsumsi.

Di sisi lain, dolar Singapura juga kerap dipandang sebagai alternatif safe haven di Asia. Saat ketidakpastian global meningkat, investor tidak hanya memburu dolar AS, tetapi juga mencari mata uang yang dinilai stabil dan ditopang fundamental kuat. Dalam konteks kawasan, SGD menjadi salah satu pilihan karena Singapura memiliki sistem keuangan yang kredibel, cadangan devisa besar, serta kebijakan moneter yang konsisten.

Kondisi ini membuat tekanan terhadap rupiah menjadi lebih berat. Rupiah tidak hanya berhadapan dengan dolar AS yang masih kuat, tetapi juga dengan dolar Singapura yang ditopang oleh stabilitas ekonomi dan kebijakan nilai tukar MAS.

CNBC INDONESIA RESEARCH 

[email protected]

(evw/evw)

Add logo_svg as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research