Vietnam Resmi Masuk Klub Elite "Ibu Industri" Dunia, RI Kalah

6 hours ago 2

Emanuella Bungasmara Ega Tirta,  CNBC Indonesia

29 May 2026 16:30

Jakarta, CNBC Indonesia- Vietnam, negara yang dua dekade lalu masih mengandalkan billet impor untuk memenuhi kebutuhan baja konstruksi domestik, kini resmi masuk jajaran 10 produsen baja terbesar dunia

World Steel Association menempatkan Vietnam di posisi ke-10 global pada April 2026 setelah produksi crude steel mencapai 2,1 juta ton, naik 4% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan itu mendorong Vietnam menyalip Italia dalam daftar produsen baja terbesar dunia. Dalam empat bulan pertama 2026, total produksi crude steel Vietnam sudah mencapai 8,5 juta ton. Angka tersebut tumbuh 8,4% secara tahunan. Di kawasan Asia Tenggara, posisi Vietnam kini praktis sulit digoyang.

Vietnam sudah meninggalkan Indonesia. Produksi baja nasional Indonesia diperkirakan mencapai total volume sekitar 19 juta ton per tahun atau rata-rata 1,58 juta ton per bulan

Lompatan industri baja Vietnam lahir dari perubahan struktur industri yang berlangsung panjang sejak awal 2000-an. Saat itu pabrik baja domestik masih bergantung pada impor bahan baku setengah jadi untuk menghasilkan baja konstruksi.

Setelah 2010, arah industrinya berubah agresif. Vietnam mulai membangun rantai produksi yang lebih utuh, dari hulu hingga hilir, sambil memperluas jenis produk baja ke sektor manufaktur, galangan kapal, proyek energi, hingga pertahanan.

Nama yang paling dominan dalam ekspansi tersebut adalah Hoa Phat Group. Kompleks baja terpadu Hoa Phat Dung Quat menjadi tulang punggung industrialisasi baja Vietnam.

Pabrik ini memproduksi baja teknik, baja kawat las, baja pegas, baja untuk crane, hingga rail steel untuk proyek kereta cepat. Produk-produk tersebut selama bertahun-tahun identik dengan industri baja negara maju seperti Jepang, Korea Selatan, atau China.

Kapasitas produksi Vietnam tumbuh sangat cepat dalam dua tahun terakhir. Output crude steel negara itu tercatat 20 juta ton pada 2023. Tahun lalu melonjak menjadi 24,6 juta ton.

Kenaikannya mencapai sekitar 23% hanya dalam dua tahun. Pertumbuhan ini jauh lebih cepat dibanding banyak produsen baja tradisional yang produksinya mulai stagnan akibat lemahnya permintaan global dan tekanan transisi energi.

Hoa Phat sendiri menghasilkan sekitar 11 juta ton crude steel sepanjang 2025 atau setara 44,7% produksi nasional Vietnam. Tahun ini perusahaan tersebut membidik output lebih dari 14 juta ton. Tambahan kapasitas besar dari Hoa Phat membuat Vietnam memiliki daya saing harga yang semakin kuat di pasar regional.

Momentum Vietnam ikut terdorong situasi geopolitik global. Iran yang sebelumnya bertahan di jajaran 10 besar produsen baja dunia turun ke posisi 12 setelah fasilitas baja besar mereka terdampak serangan Israel. Produksi baja Iran pada April hanya sekitar 1,8 juta ton. Gangguan pasokan dari Timur Tengah membuka ruang bagi Vietnam untuk memperbesar pangsa pasar ekspor, terutama di Asia.

Permintaan domestik Vietnam juga sedang tinggi. Konsumsi baja nasional pada 2025 mencapai 24,1 juta ton, naik 12,9% dibanding tahun sebelumnya. Kebutuhan tersebut datang dari pembangunan infrastruktur, kawasan industri, energi, hingga ekspansi manufaktur. Pemerintah Vietnam dalam beberapa tahun terakhir memang agresif menarik investasi industri global, terutama setelah banyak perusahaan memindahkan basis produksi dari China.

Kondisi ini memberi efek berantai pada industri baja. Ketika sektor elektronik, otomotif, konstruksi, dan manufaktur tumbuh, kebutuhan baja ikut melonjak. Vietnam lalu memperbesar kapasitas produksi agar rantai pasok industri domestik tidak tergantung impor.

Asosiasi Baja Vietnam memperkirakan industri baja nasional masih akan tumbuh 8-10% sepanjang 2026. Produksi baja jadi diproyeksikan mencapai 33-34,5 juta ton tahun ini, sementara permintaan domestik diperkirakan mendekati 26 juta ton.

Perubahan posisi Vietnam menjadi cerita penting bagi Asia Tenggara. Selama bertahun-tahun kawasan ini lebih dikenal sebagai pasar konsumsi baja ketimbang pusat produksi global. Kini Vietnam mulai bergerak sebagai basis industri berat baru di kawasan.

Baja sangat penting dalam kehidupan manusia. Baja bahkan disebut "Mother of Industry" (Ibu dari Industri) karena perannya yang sangat fundamental dalam pembangunan dan perkembangan berbagai sektor industri lainnya. Istilah ini muncul karena baja menjadi bahan baku utama dan fondasi infrastruktur bagi hampir semua sektor industri modern.

Alasan mengapa baja dijuluki Mother of Industry:

1. Digunakan di hampir semua industri

Baja adalah material penting dalam:

Konstruksi (gedung, jembatan, jalan)
Otomotif (kerangka kendaraan)
Perkapalan dan penerbangan
Peralatan mesin dan alat berat
Energi (pipa, pembangkit listrik)
Infrastruktur kereta api dan rel


2. Tulang punggung revolusi industri

Sejak Revolusi Industri, baja menggantikan besi sebagai bahan utama karena lebih kuat, fleksibel, dan tahan lama. Produksi massal baja (misalnya dengan metode Bessemer) mendorong ekspansi industri secara besar-besaran di Eropa dan Amerika.

3. Indikator kesehatan ekonomi

Produksi dan konsumsi baja sering digunakan sebagai indikator aktivitas ekonomi suatu negara. Negara dengan industri baja yang kuat cenderung memiliki sektor manufaktur dan konstruksi yang berkembang.

4. Bahan dasar untuk pembangunan infrastruktur

Tanpa baja, tidak akan ada gedung pencakar langit, pelabuhan modern, rel kereta cepat, atau jembatan raksasa. Pembangunan fisik negara sangat bergantung pada ketersediaan baja.

5. Menopang industri hilir

Industri baja adalah hulu dari banyak industri hilir lain, seperti otomotif, perkapalan, pertanian (alat dan mesin), hingga alat rumah tangga.

CNBC Indonesia Research

(emb/emb)

Add logo_svg as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research