Radar hingga Jet Tempur Rusak, Kerugian Militer AS Capai Rp 33 Triliun

4 hours ago 1

Pangkalan Militer Al Udeid di di dekat Doha, Qatar. Inilah pangkalan militer Amerika Serikat terbesar di Timur Tengah. Foto tahun 2004.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Amerika Serikat telah kehilangan peralatan militer dengan nilai hampir 2 miliar dolar AS (sekitar Rp 33,7 triliun) di tengah operasi militernya terhadap Iran sejak Sabtu (28/2), menurut estimasi dan data yang dihimpun oleh Anadolu. Melalui publikasinya pada Rabu (4/3), Anadolu mencatat bahwa penyumbang utama besarnya biaya tersebut adalah sistem radar peringatan dini AN/FPS-132 milik AS di Pangkalan Udara Al Udeid, Qatar, senilai 1,1 miliar dolar AS (sekitar Rp 18,6 triliun).

Sistem tersebut terkena serangan rudal Iran pada Sabtu lalu. Qatar mengonfirmasi bahwa radar tersebut terkena serangan dan mengalami kerusakan.

Pada Ahad (1/3), tiga pesawat tempur F-15E Strike Eagle hilang akibat insiden salah tembak oleh sistem pertahanan udara Kuwait.

Meski keenam awak selamat, pesawat-pesawat tersebut hancur. Biaya penggantiannya diperkirakan mencapai 282 juta dolar AS (sekitar Rp 4,7 triliun).

Kemudian, dalam serangan pembuka pada Sabtu, Iran juga menghantam markas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Manama, Bahrain, yang menghancurkan dua terminal komunikasi satelit serta beberapa bangunan besar.

Berdasarkan laporan intelijen sumber terbuka, terminal SATCOM yang menjadi sasaran diidentifikasi sebagai AN/GSC-52B dan diperkirakan bernilai sekitar 20 juta dolar AS (sekitar Rp 337 miliar), termasuk biaya penempatan dan instalasi.

Iran juga mengklaim telah menghancurkan komponen radar AN/TPY-2 dari Sistem Pertahanan Rudal Balistik THAAD (anti-ballistic missile/ABM), yang ditempatkan di Kota Industri Al-Ruwais, Uni Emirat Arab.

Citra satelit dari laporan intelijen sumber terbuka menunjukkan adanya serangan. Nilai komponen radar yang hancur tersebut diperkirakan mencapai 500 juta dolar AS (sekitar Rp 8,4 triliun).

Jika digabungkan, Iran telah merusak aset militer AS di kawasan tersebut senilai sekitar 1,902 miliar dolar AS (sekitar Rp 33 triliun).

sumber : ANTARA

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research