Punya Mesin Ekonomi Ini, AS Tambah Kaya Raya dari Perang Ukraina-Rusia

4 hours ago 1

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia

28 February 2026 10:45

Jakarta, CNBC Indonesia - Industri pertahanan Amerika Serikat (AS) ternyata bukan hanya sekadar mesin perang, melainkan juga salah satu penggerak penting perekonomian bagi Negeri Paman Sam.

Industri yang dikenal dengan sebutan Defense Industrial Base (BIS) atau Basis Industri Pertahanan merupakan fondasi utama yang menyatukan kecanggihan militer dengan roda ekonomi nasional.

Di dalamnya, ribuan pabrik, pusat riset, laboratorium universitas, hingga pengembang perangkat lunak bekerja bahu-membahu menciptakan sistem persenjataan yang memastikan operasional militer tetap berjalan tanpa hambatan.

Mengenal Lebih Dalam Industri Pertahanan AS

Industri pertahanan AS memiliki jangkauan yang luar biasa luas karena melibatkan sinergi antara sektor swasta dan lembaga pemerintah.

Secara definisi, pemerintah Amerika Serikat memandang basis industri ini sebagai kompleks industri berskala global yang memungkinkan lahirnya teknologi militer mutakhir, mulai dari komponen terkecil hingga kapal induk raksasa.

Hal mendasar yang membedakan sektor ini dengan industri komersial lainnya adalah keberadaan Departemen Pertahanan AS (DoD) yang sekarang sudah berganti nama menjadi Departemen Perang sebagai pembeli tunggal terbesar.

Dalam pasar yang sangat terpusat ini, arah pasar sepenuhnya ditentukan oleh kebutuhan negara, sehingga standar keamanan dan ritme produksi harus mengikuti protokol yang sangat ketat.

Kekuatan industri ini juga terpancar dari dominasi ekspornya ke mancanegara melalui dua jalur utama.

Pertama adalah skema penjualan pemerintah ke pemerintah yang memberikan kepastian jaminan negara. Kedua adalah jalur penjualan komersial langsung dari perusahaan kepada pembeli asing dengan lisensi resmi.

Kedua jalur distribusi ini telah mengukuhkan posisi Amerika Serikat sebagai eksportir peralatan militer terbesar di dunia.

Pada tahun fiskal 2024, nilai penjualan ke luar negeri mencatat rekor fantastis sebesar US$318,7 miliar.

Dalam rentang waktu empat tahun terakhir, pangsa pasar global mereka melonjak drastis dari 35% menjadi 43% dengan jangkauan pasokan ke 107 negara.

Lonjakan permintaan dari Eropa, terutama didorong oleh kebutuhan mendesak di Ukraina yang menyerap 9,3% dari total ekspor, menjadi faktor kunci di balik angka rekor tersebut.

5 Perusahaan Pertahanan Raksasa AS

Jika melihat pemain di dalam industri ini, dikendalikan oleh lima raksasa utama yang sering disebut sebagai "Big Five". Mereka adalah Lockheed Martin, RTX, General Dynamics, Boeing, dan Northrop Grumman.

Kelima perusahaan ini memiliki peran sentral dalam mengelola berbagai program senjata strategis. Fakta yang mencengangkan adalah gabungan dari lima raksasa ini mampu menyerap sekitar sepertiga dari seluruh total nilai kontrak yang dikeluarkan oleh Departemen Perang AS.

Bahkan, total pendapatan 5 perusahaan ini setara dengan sekitar 50% dari pendapatan 100 perusahaan pertahanan terbesar di dunia.

Meski didominasi kelima perusahaan raksasa tersebut, ekosistem ini tetap dinamis dengan hadirnya pemain besar lain seperti Huntington Ingalls Industries serta munculnya perusahaan rintisan berbasis teknologi yang terus memperkuat inovasi industri pertahanan ke depannya. 

Kontribusi Industri Pertahanan terhadap Ekonomi AS

Besarnya pengaruh industri pertahanan terhadap ekonomi AS terlihat jelas dari nilai output yang dihasilkannya. Berdasarkan data Aerospace Industries Association (AIA) menunjukkan industri pertahanan dan dirgantara AS membukukan total aktivitas bisnis sebesar US$995 miliar atau setara Rp16.666 triliun (asumsi kurs Rp16.750) pada 2024.

Angka itu terdiri dari US$556 miliar output langsung dan US$439 miliar kontribusi tidak langsung dari rantai pasok.

Dari keseluruhan aktivitas tersebut, sektor ini menghasilkan US$443 miliar nilai tambah ekonomi, setara sekitar 1.5% dari nilai Produk Domestik Bruto (PDB) AS.

Industri ini juga menopang US$257 miliar kompensasi tenaga kerja, sehingga dampaknya tidak hanya terasa di perusahaan besar, tetapi juga mengalir ke pekerja, pemasok, manufaktur, logistik, hingga komunitas bisnis di berbagai negara bagian.

Skala industri ini juga sangat besar dari sisi tenaga kerja dan jaringan usaha. Berbagai kajian pemerintah AS menyebut DIB mencakup hampir 60,000 perusahaan dan mempekerjakan lebih dari 1.1 juta pekerja di seluruh 50 negara bagian.

Ini berarti setiap kenaikan anggaran pertahanan bukan hanya berdampak pada kekuatan militer, tetapi juga langsung memengaruhi aktivitas ekonomi di tingkat daerah.

Anggaran Pertahanan AS

Kontribusi terhadap perekonomian juga bisa terlihat dari lonjakan anggaran belanja pertahanan AS yang terus meningkat tajam.

Memasuki tahun fiskal 2026, pemerintah Amerika Serikat telah mematok pagu anggaran sebesar US$926 miliar, sebuah angka yang menunjukkan upaya modernisasi teknologi pertahanan dan penguatan rantai pasok secara besar-besaran.

Dana fantastis ini akan melainkan mengalir menjadi kontrak produksi yang menghidupkan sektor manufaktur, jasa profesional, hingga logistik di tingkat lokal.

Tren kenaikan ini diproyeksikan akan terus berlanjut hingga tahun fiskal 2027 dengan proposal anggaran pertahanan yang mencapai US$1,5 miliar.

Dengan aliran modal yang sangat besar ini, industri pertahanan bukan lagi sekadar soal keamanan nasional, melainkan instrumen vital untuk menjaga daya saing industri, mendorong inovasi teknologi sipil, dan memastikan stabilitas ekonomi jangka panjang bagi Amerika Serikat.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(evw/evw)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research