Propaganda Video Israel Tuding Hamas Jarah Bantuan Ditonton 15 Juta Orang, Apa Fakta Sebenarnya?

1 hour ago 1

Warga Palestina yang mengungsi di dalam wilayah Gaza berjalan di antara reruntuhan bangunan yang hancur di Jalan Al-Rashid, bagian barat Kota Gaza, pada 6 Januari 2026, di tengah berlangsungnya gencatan senjata antara Israel dan Hamas. Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sekitar 1,9 juta penduduk Gaza—atau hampir 90 persen dari total populasi wilayah tersebut—telah mengalami pengungsian sejak pecahnya konflik antara Israel dan Hamas pada Oktober 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Sejumlah akun Israel melancarkan kampanye digital yang menuduh Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) merampas bantuan kemanusiaan, mengintimidasi petugas kemanusiaan, serta menghambat distribusi bantuan pangan di Jalur Gaza.

Kampanye tersebut memanfaatkan strategi yang dikenal sebagai “konteks gabungan” (composite context), yakni dengan mengaitkan sebuah video yang diklaim menunjukkan perampasan bantuan dengan pernyataan kecaman Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang baru dirilis.

Namun, bagaimana fakta sebenarnya di balik video yang beredar itu? Bagaimana pernyataan PBB tersebut digunakan dalam narasi yang berbeda? Dan bagaimana tanggapan pihak pemerintah Gaza?

Kampanye yang terkoordinasi

Gelombang penyebaran konten ini bermula dari beredarnya sebuah video yang memperlihatkan iring-iringan truk melaju dengan kecepatan tinggi, dikawal sejumlah pemuda dan kendaraan lain, sementara terdengar suara tembakan ke udara.

Video tersebut disertai judul dan narasi berbahasa Ibrani yang menyatakan:

"Setelah hampir tiga tahun menyangkal, PBB akhirnya mengakui bahwa Hamas secara sistematis membajak bantuan kemanusiaan dan membahayakan para pekerja kemanusiaan."

Tim Open Source Intelligence (OSINT) Aljazeera, dikutip Rabu (15/7/2026) menelusuri asal-usul kampanye tersebut dan menemukan bahwa akun Mossad Commentary di platform X merupakan pihak pertama yang mempublikasikan video itu dalam konteks tersebut.

Penyebaran narasi itu tidak hanya dilakukan oleh akun-akun yang dikenal aktif menyebarkan propaganda pro-Israel. Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, juga menulis di akun X miliknya:

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research