Polisi Temukan Kokain Rp137 M di Produk Skims Milik Kim Kardashian

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Truk pengangkut produk pakaian dalam dan busana merek Skims milik Kim Kardashian digunakan untuk menyelundupkan kokain bernilai jutaan dolar.

Otoritas Inggris mengungkap narkoba senilai 7,2 juta euro atau sekitar US$8,4 juta (sekitar Rp137 miliar asumsi kurs Rp16.300/US$) ditemukan tersembunyi di dalam truk pengangkut produk Skims di Pelabuhan Harwich, Essex.

Kasus itu terungkap setelah petugas Border Force menghentikan truk yang datang menggunakan feri dari Hook of Holland, Belanda, pada 5 September 2025.

Melansir USA Today, Kamis (21/5/2026), Badan Kejahatan Nasional Inggris atau National Crime Agency mengatakan, truk tersebut membawa 28 palet produk Skims yang sah dan tidak terkait dengan aktivitas penyelundupan.

Namun, pemeriksaan sinar-X menemukan kejanggalan di badan truk. Petugas kemudian menemukan kompartemen rahasia di pintu belakang trailer yang digunakan untuk menyembunyikan 90 paket kokain.

Setiap paket disebut memiliki berat sekitar dua pon atau hampir satu kilogram. Pihak Skims menegaskan perusahaan tidak mengetahui adanya aktivitas kriminal tersebut.

"SKIMS sama sekali tidak mengetahui aktivitas kriminal ini. Kami tidak memiliki hubungan dengan operasi penyelundupan, sopir, maupun truk tersebut," kata perusahaan dalam pernyataan.

Otoritas Inggris menyebut pengiriman produk Skims itu legal dan baik eksportir maupun importir tidak terlibat dalam jaringan narkoba tersebut.

Sopir truk bernama Jakub Jan Konkel, 40 tahun, asal Polandia awalnya membantah terlibat. Namun ia akhirnya mengaku bersalah atas kasus penyelundupan narkoba.

Menurut penyelidik, Konkel setuju mengangkut kokain tersebut dengan bayaran 4.500 euro atau sekitar Rp84 juta. Ia kini dijatuhi hukuman 13 tahun enam bulan penjara oleh Pengadilan Chelmsford Crown Court di Inggris.

Penyelidikan juga menemukan adanya pemberhentian selama 16 menit yang tidak dilaporkan sopir saat diperiksa. Otoritas menduga kokain dimasukkan ke dalam truk pada waktu tersebut dengan bantuan jaringan kejahatan terorganisir.

Manajer operasi NCA, Paul Orchard mengatakan, kelompok kriminal kini kerap memanfaatkan jalur logistik legal untuk menyelundupkan narkoba lintas negara.

"Kelompok kriminal menggunakan sopir korup seperti Konkel untuk memindahkan narkoba yang sering disembunyikan di antara muatan legal," ujarnya.

(hsy/hsy)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research