PBNU Kecam Keras Israel Tahan 9 WNI, Minta RI Bertindak Lewat BoP

3 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengecam keras tindakan pasukan Israel Occupation Forces (IOF) yang menangkap sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam rombongan pelayaran kapal kemanusiaan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) pada misi Global Sumud Flotilla 2026 ke Gaza, Palestina.

Kesembilan WNI tersebut terdiri dari relawan kemanusiaan dan jurnalis yang tengah menjalankan misi solidaritas kemanusiaan untuk Palestina.

Mereka yakni Andi Angga dari Rumah Zakat, Asad Aras dari Spirit of Aqsa, Hendro Prasetyo dari SMART 171, Herman Budianto dan Ronggo Wirasanu dari Dompet Dhuafa, serta para jurnalis Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika, Andre Prasetyo dari Tempo, dan Rahendro Herubowo dari iNews TV.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Katib Syuriyah KH Ahmad Tajul Mafakhir atau Gus Tajul menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap nilai-nilai kemanusiaan internasional. Pihaknya pun menyampaikan kecaman keras untuk Israel.

"Kami mengecam sekeras-kerasnya tindakan brutal dan biadab pasukan IOF yang menyergap serta menculik relawan kemanusiaan dan jurnalis Indonesia dalam misi Sumud Flotilla. Ini bukan hanya serangan terhadap warga sipil, tetapi juga bentuk pelecehan terhadap prinsip kemanusiaan universal," kata Gus Tajul dalam keterangannya, Kamis (21/5).

PBNU pun mendesak Pemerintah Republik Indonesia agar segera mengambil langkah diplomatik yang cepat, terukur dan tegas untuk memastikan keselamatan sekaligus pembebasan seluruh WNI yang ditahan.

"Pemerintah Indonesia harus bergerak cepat melalui jalur diplomatik internasional. Keselamatan warga negara harus menjadi prioritas utama," ujarnya.

Menurutnya, posisi strategis Indonesia di berbagai forum internasional, termasuk dalam BOP, dapat menjadi modal diplomatik penting untuk membangun tekanan global atas insiden tersebut.

"Kedudukan Indonesia di BOP setidaknya bisa menjadi pertimbangan dan daya tawar yang kuat guna menggalang tekanan internasional terhadap tindakan represif ini," katanya.

Gus Tajul juga menegaskan dukungan Nahdlatul Ulama terhadap perjuangan rakyat Palestina merupakan sikap historis yang tidak pernah berubah sejak masa pendirian organisasi.

"Posisi para kiai NU dari dulu tidak pernah bergeser sejengkal pun. Sejak masa kepemimpinan Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari, Nahdlatul Ulama konsisten mendukung perjuangan rakyat Palestina dan menolak segala bentuk penjajahan," jelasnya.

Ia menambahkan, serangan terhadap misi kemanusiaan tersebut telah melukai rasa kemanusiaan dunia dan mencederai ukhuwah insaniyah.

"Serangan atas misi kemanusiaan ini jelas melukai ukhuwah insaniyah. Karena itu, dunia internasional tidak boleh diam menghadapi tindakan semacam ini," ungkapnya.

Di akhir pernyataannya, Gus Tajul mengajak seluruh masyarakat Indonesia, khususnya warga Nahdliyin, untuk terus mendoakan keselamatan para relawan dan jurnalis Indonesia yang menjadi korban dalam insiden tersebut.

"Mari rapatkan barisan dan panjatkan doa terbaik untuk keselamatan saudara-saudara kita," pungkasnya. 

[Gambas:Instagram]

Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono saat ini mengaku masih kesulitan mencari informasi soal para WNI yang diculik Israel.

"Jadi kita sudah melakukan komunikasi taman-teman di Kementerian Luar Negeri di Jordan dan Turki untuk memastikan kondisi dari rekan-rekan kita yang di-intercept dan ditahan oleh Israel. Sejauh ini informasi yang kita terima itu masih sulit karena komunikasi yang terbatas," kata Sugiono di kompleks parlemen, Rabu (20/5).

Sementara Menko Polkam Djamari Chaniago memastikan negara hadir dan bekerja keras untuk mengupayakan keselamatan dan pembebasan seluruh WNI.

"Pemerintah akan menempuh seluruh jalur diplomatik, hukum, dan komunikasi internasional yang tersedia dengan tetap mengedepankan perlindungan keselamatan WNI, kebebasan pers, serta prinsip-prinsip kemanusiaan," kata Djamari dalam keterangan tertulis, Rabu (20/5).

(frd/gil)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research