Pekerja Pertamina Drilling sedang melaksanakan Operasi Matrix Acidizing perdana di Sumur Gunung Kemala (GNK)-104, Lapangan Prabumulih, Sumatera Selatan.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) terus memperkuat kapabilitas layanan hulu migas melalui pengembangan bisnis High Pressure Pumping Non-Rig Services. Langkah tersebut ditandai dengan keberhasilan perusahaan melaksanakan operasi matrix acidizing perdana di Sumur Gunung Kemala (GNK)-104, Lapangan Prabumulih, Sumatera Selatan.
Operasi yang dikerjakan bersama PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 itu menjadi tonggak penting bagi Pertamina Drilling dalam memperluas portofolio layanan stimulasi sumur di luar jasa pengeboran. Teknologi matrix acidizing diterapkan untuk mengatasi kerusakan formasi dan endapan kerak (scale) sehingga aliran fluida dari reservoir ke sumur kembali optimal.
Pekerjaan dilakukan pada interval perforasi 1.963-1.966 meter measured depth (MD) di Formasi Talang Akar (TAF-P5) menggunakan sistem fluida 15 persen hydrochloric acid (HCl) yang dirancang sesuai karakteristik reservoir. Melalui stimulasi tersebut, operasi ditargetkan mampu meningkatkan performa sumur dengan sasaran produksi mencapai 65 barel minyak per hari (barrels of oil per day/BOPD).
Direktur Operasi Pertamina Drilling Aziz Muslim mengatakan keberhasilan pelaksanaan matrix acidizing perdana menjadi bukti kesiapan perusahaan menghadirkan layanan hulu migas yang semakin terintegrasi dan bernilai tambah bagi pelanggan.
"Keberhasilan ini merupakan langkah strategis Pertamina Drilling dalam memperluas kapabilitas layanan non-rig. Kami berkomitmen menghadirkan solusi yang aman, andal, dan berteknologi untuk membantu meningkatkan produktivitas lapangan migas sekaligus mendukung upaya pencapaian target produksi nasional," ujar Aziz dalam keterangannya di Jakarta, Senin (13/7/2026).

1 day ago
8















































