Peneliti BRIN Kembangkan Pelapisan Kertas Ramah Lingkungan dari Lemak Nabati

1 month ago 12

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Peneliti Pusat Riset Kimia Molekuler Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Zatil Afrah Athaillah mengembangkan metode pelapisan kertas menggunakan bahan lemak nabati sebagai alternatif kemasan makanan ramah lingkungan. Melalui keterangan di Jakarta, Rabu (21/1/2026), Zatil mengungkapkan telah menguji sejumlah jenis minyak nabati, antara lain minyak walnut, kemiri, kedelai, dan linseed sejak awal 2025.

“Minyak-minyak ini dipilih karena memiliki karakteristik yang memungkinkan terbentuknya lapisan pelindung pada permukaan kertas. Sementara itu, minyak lain seperti minyak sawit dan zaitun juga sempat diuji, tetapi hasilnya belum memenuhi kriteria karena masih tembus air dan minyak,” kata Zatil.

Ia menjelaskan, keberhasilan pelapisan diuji melalui serangkaian pengujian. Uji paling dasar dilakukan dengan meneteskan air dan minyak di permukaan kertas, kemudian diamati apakah terjadi rembesan ke bagian bawah.

Pengamatan dilakukan hingga 60 menit. Jika kertas tidak menunjukkan perubahan tampilan serta tidak tembus air maupun minyak hingga batas waktu tersebut, maka pelapisan dinilai berhasil.

“Kalau diperlukan, sebenarnya pengujian bisa dilakukan lebih lama,” ujarnya.

Selain uji tetes sederhana, pengamatan juga dilakukan menggunakan mikroskop 3D. Dengan alat ini, Zatil dan tim dapat melihat bentuk tetesan air dari sisi samping kertas serta mengukur sudut kontaknya.

Pada kertas tanpa pelapis, tetesan air cenderung melebar. Sebaliknya, pada kertas yang telah dilapisi minyak nabati, tetesan air tampak lebih membulat. Hasil pengukuran menunjukkan sudut kontak air pada kertas berlapis mendekati 90 derajat, yang menandakan permukaan kertas lebih tahan terhadap air atau bersifat hidrofobik.

Pengujian lainnya meliputi uji kekuatan dan kelenturan kertas menggunakan texture analyzer, uji gugus fungsi pada kertas dengan fourier transform infrared (FTIR), uji kristalinitas menggunakan X-ray diffraction (XRD), uji kekentalan minyak, serta analisis komposisi asam lemak.

Morfologi kertas juga diamati menggunakan berbagai teknik mikroskopi, termasuk scanning electron microscopy (SEM).

“Dari sisi sifat mekanik, kertas berlapis minyak nabati menunjukkan kekuatan dan kelenturan yang mirip, bahkan dalam beberapa kasus lebih baik dibandingkan kertas tanpa pelapis,” ujar Zatil.

Saat ini, hasil riset tersebut masih berupa lembaran kertas yang telah dilapisi dan belum dibentuk menjadi produk kemasan seperti gelas atau wadah makanan. Meski demikian, metode ini telah didaftarkan dan memperoleh paten pada 2025 melalui skema pendanaan Rumah Program Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material (ORNM) BRIN.

Ke depan, Zatil berharap riset ini dapat dilanjutkan dengan pengujian sensori untuk mengetahui apakah lapisan tersebut memengaruhi rasa atau aroma minuman, seperti kopi atau teh.

sumber : ANTARA

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research