Iran Lumpuhkan Produksi Migas Israel, Qatar, dan Saudi

2 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV – Pada hari ketiga perang yang dipicu Amerika Serikat-Israel, sejumlah produksi energi di Timur Tengah dipaksa berhenti menyusul serangan balasan Iran. Ini meningkatkan potensi melonjaknya harga bahan bakar minyak dan gas.

Reuters melansir, Kementerian Energi Israel pada Senin telah memerintahkan penutupan sementara sebagian reservoir gas alam negara itu menyusul kian gencarnya serangan balasan Iran. Ladang gas Leviathan di lepas pantai Israel itu dioperasikan oleh Chevron, tiga sumber mengatakan kepada Reuters. Energean's, kapal produksi yang melayani beberapa ladang Israel juga telah berhenti beroperasi, kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan.  

Kementerian Israel mengatakan keputusan itu didasarkan pada “situasi saat ini dan sesuai dengan penilaian keamanan”. 

Dikatakan bahwa kebutuhan energi negara akan dipenuhi melalui sumber-sumber alternatif dan sektor ketenagalistrikan siap untuk mengoperasikan pembangkit listrik menggunakan bahan bakar alternatif jika diperlukan. Chevron mengarahkan permintaan komentar kepada kementerian tersebut, namun menolak menyebutkan bidang mana saja yang terkena dampaknya.

Kementerian Pertahanan Qatar mengatakan dua drone menyerang fasilitas energi di kota industri Ras Laffan dan Mesaieed pada Senin tanpa ada korban jiwa yang dilaporkan. “Satu drone menargetkan tangki air milik pembangkit listrik di Mesaieed, dan drone lainnya menargetkan fasilitas energi di Ras Laffan Industrial City, milik Qatar Energy,” katanya. 

“Semua kerusakan dan kerugian akibat serangan itu akan dinilai oleh otoritas terkait, dan pernyataan resmi akan dikeluarkan kemudian,” tambah kementerian tersebut.

Menyusul serangan itu, Qatar Energy, salah satu produsen gas alam terbesar dunia, mengumumkan penghentian produksi gas alam cair (LNG) dan produk terkait.

Di Saudi, perusahaan migas Aramco menghentikan operasi di kilang minyak terbesar Arab Saudi di Ras Tanura di pantai Teluk Persia setelah serangan pesawat tak berawak di daerah tersebut. Kilang Ras Tanura Aramco adalah salah satu kilang terbesar di dunia

Harga migas berjangka langsung melonjak di tengah berita penutupan kilang yang merupakan pemasok utama solar, seiring dengan intensifnya serangan Iran yang merusak infrastruktur energi penting di wilayah tersebut. 

Aramco menutup pabrik Ras Tanura yang berkapasitas 550.000 barel per hari pada hari Senin sebagai tindakan pencegahan sambil menilai kerusakan, kata Kementerian Energi Saudi dalam pernyataan kepada kantor berita negara. 

Ada kebakaran “terbatas” di pabrik tersebut yang disebabkan oleh puing-puing dari intersepsi dua drone yang menargetkan fasilitas tersebut dan kobaran api “segera dipadamkan,” kata Saudi Press Agency. Kantor media Aramco tidak menanggapi permintaan komentar. 

Sementara minyak bumi berjangka ICE melonjak lebih dari 20 persen, kenaikan per hari terbesar sejak Maret 2022. Sementara minyak mentah di London diperdagangkan sekitar 9 persen lebih tinggi mendekati 79 dolar AS per barel.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research