REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI, – Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, menggelar upacara tabur bunga di Jembatan Sasak Kapuk, Jalan Pejuang, Kelurahan Kaliabang Tengah, Bekasi Utara, pada Senin. Kegiatan ini merupakan momentum refleksi untuk mengenang perjuangan rakyat Bekasi sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Prosesi tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Bekasi Tri Adhianto bersama Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe. Keduanya didampingi oleh istri masing-masing, Wiwiek Hargono Tri Adhianto dan Wuri Handayani Harris Bobihoe, yang kompak mengenakan busana nasional kebaya.
Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, menegaskan bahwa kehadiran pemerintah dan masyarakat di lokasi ini adalah wujud penghormatan terhadap jasa para pahlawan. "Peringatan ini menjadi refleksi berharga bagi masyarakat. Kita hadir di sini, di momentum HUT Ke-81 RI untuk menghormati jasa para pahlawan yang telah berjuang demi negeri ini," ujar Harris Bobihoe.
Sejarah Heroik Tragedi Sasak Kapuk
Harris Bobihoe menjelaskan bahwa Kota Bekasi memiliki sejarah panjang dalam mempertahankan kemerdekaan. Peristiwa heroik yang dikenal sebagai Tragedi Sasak Kapuk terjadi pada 29 November 1945. Saat itu, Pejuang Laskar Rakyat yang dipimpin oleh tokoh ulama sekaligus pahlawan nasional KH Noer Ali bersama Tentara Keamanan Rakyat (TKR) pimpinan M. Hasibuan berjuang keras menghalau pasukan Sekutu yang mencoba memasuki wilayah Bekasi.
Karena sulitnya menembus pertahanan rakyat Bekasi, pihak Sekutu akhirnya mengerahkan peralatan perang canggih dalam skala besar pada 13 Desember 1945. Serangan besar-besaran itu berhasil membuat Sekutu menguasai Bekasi dan mengakibatkan wilayah tersebut menjadi lautan api.
Rencana Pembangunan Monumen
Dalam kesempatan tersebut, Harris Bobihoe mengungkapkan rencana istimewa yang akan dilakukan pada tahun 2026 mendatang. "Tahun 2026 menjadi momentum istimewa karena setelah 81 tahun berlalu, kunci Sasak Kapuk akhirnya dibuka kembali sebagai bagian dari napak tilas perjuangan rakyat Bekasi," katanya.
Sebagai bentuk penghormatan abadi, Pemerintah Kota Bekasi dalam waktu dekat juga berencana membangun monumen di lokasi Sasak Kapuk. Monumen ini diharapkan menjadi simbol sekaligus pengingat sejarah agar perjuangan para pahlawan Bekasi tidak pernah dilupakan oleh generasi penerus.
Harris Bobihoe turut menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menjaga generasi muda dari berbagai ancaman. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu. "Bersama kita kolaborasi. Pemerintah, ulama dan tokoh masyarakat, kita jaga generasi penerus kita dari ancaman narkoba, pornografi dan pengaruh LGBT maupun aktivitas negatif yang merugikan semua," tegasnya.
Melalui peringatan Tragedi Sasak Kapuk ini, diharapkan para generasi muda semakin menghargai jasa pahlawan serta dapat memperkuat semangat kebangsaan pada perayaan HUT Ke-81 RI.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

7 hours ago
7
















































