REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON — Mantan anggota Kongres Amerika Serikat (AS), Marjorie Taylor Greene, mengklaim pemerintah AS tengah membahas kemungkinan penggunaan senjata nuklir terhadap Iran dalam pertemuan strategi. Pernyataan tersebut disampaikan Greene di tengah berlanjutnya perang antara Washington dan Tehran.
“Mereka membahas penggunaan senjata nuklir terhadap Iran dalam pertemuan strategis,” tulis Greene melalui akun X.
Greene menegaskan informasi tersebut bukan sekadar spekulasi. “Ya, Anda tak salah baca. Ini nyata. Saya tidak berspekulasi, saya tahu,” ujarnya.
Marjorie Taylor Greene dari Partai Republik dikenal sebagai tokoh konservatif yang vokal dan kerap menyampaikan pandangan kontroversial mengenai kebijakan luar negeri, pemerintahan, serta isu politik domestik AS. Greene menjabat di DPR AS sejak 2021 hingga 2025 dan menjadi salah satu figur yang dekat dengan basis pendukung Donald Trump. Komentarnya menyoroti pemberontakan di kalangan pendukung Trump dan keberatan mereka soal agresi di Iran.
Namun, Greene tidak menyebutkan pejabat yang diduga terlibat dalam pembahasan tersebut. Ia juga tidak menjelaskan sumber informasi maupun memberikan bukti yang dapat memverifikasi klaimnya.
Greene menyampaikan pernyataan itu sebagai informasi yang diketahuinya secara langsung. Ia memperingatkan bahwa penurunan ambang penggunaan senjata nuklir dapat membawa konsekuensi yang sangat fatal.
“Dan sekarang pemerintah kita yang sebenarnya sedang membahas penurunan ambang batas nuklir untuk menggunakan senjata nuklir terhadap Iran,” tulisnya.
Greene kemudian mengungkit pengeboman atom AS terhadap Hiroshima dan Nagasaki pada Agustus 1945. Ia menyoroti korban jiwa yang jatuh seketika serta dampak jangka panjang paparan radiasi.
Menurut Greene, penderitaan akibat serangan tersebut menjadi pelajaran sejarah yang semestinya mencegah penggunaan senjata nuklir pada masa mendatang.
Ia juga memperingatkan bahwa eskalasi nuklir terhadap Iran dapat menimbulkan dampak yang jauh melampaui perang yang tengah berlangsung.
Greene menyebut Presiden AS Donald Trump berpotensi menjadi pemimpin yang memicu “holocaust nuklir” yang dapat menyeret dunia ke dalam konflik besar, depresi ekonomi, dan penderitaan manusia dalam skala yang belum pernah terjadi sepanjang masa hidup generasi saat ini.
“Rakyat perlu bersuara dan dengan tegas menghentikan kegilaan ini,” katanya. “Amerika tidak kebal.”
Greene juga mengaitkan pernyataannya dengan penilaian intelijen AS sebelum perang dengan Iran. Ia mengklaim Trump dan sejumlah pejabat pemerintahannya telah mendapat informasi dari intelijen AS bahwa Iran belum berada di ambang kemampuan memproduksi senjata nuklir.
Menurut Greene, Israel justru menyampaikan penilaian berbeda dengan menyebut Iran hanya berjarak beberapa pekan dari kemampuan tersebut. “Trump dan pemerintahannya diberi tahu oleh intelijen kita sendiri bahwa Iran belum mendekati pembuatan senjata nuklir. Kemudian Israel kembali menyampaikan hal yang sama seperti yang telah mereka ulangi selama beberapa dekade: ‘Iran hanya tinggal beberapa pekan lagi (memiliki bom nuklir),’” tulis Greene.
“Jadi, kita tetap mengebom,” lanjutnya.
Klaim tersebut disampaikan Greene tanpa menyertakan dokumen atau bukti intelijen yang dapat diverifikasi secara independen.
Greene selanjutnya menyoroti perkembangan di Selat Hormuz. Menurut dia, perang belum menghasilkan kemenangan menentukan sebagaimana yang berulang kali diklaim pemerintahan Trump.
Selat Hormuz merupakan jalur strategis bagi pelayaran dan perdagangan energi dunia. Iran dan AS diketahui memiliki klaim yang berseberangan mengenai kondisi serta kendali atas jalur perairan tersebut.
Greene menyebut situasi itu sebagai alasan untuk mempertanyakan narasi kemenangan Washington. Ia juga mengecam kemungkinan terjadinya eskalasi lebih jauh, khususnya jika melibatkan senjata nuklir.
Di akhir pernyataannya, Greene menyerukan agar pemerintah AS tidak menggunakan senjata nuklir dan segera menghentikan perang.
“Jika dan ketika hal itu terjadi, semua orang—dan saya benar-benar bermaksud semua orang—akan meminta pertanggungjawaban penuh kepada seluruh pemimpin yang saat ini berkuasa sepanjang sisa sejarah umat manusia,” tulisnya.
“Jangan gunakan senjata nuklir dan hentikan perang ini SEKARANG.”
Hingga pernyataan tersebut diberitakan, Gedung Putih belum mengonfirmasi klaim Greene mengenai adanya pembahasan penggunaan senjata nuklir terhadap Iran. Pemerintahan AS juga belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait pernyataan tersebut.

5 hours ago
3
















































