- Pasar keuangan RI ditutup beragam, pasar saham turun, SBN stagnan, sementara Rupiah mengalami pelemahan.
- Wall Street kembali menguat di tengah optimisme berakhirnya perang
- Perkembangan perang menjadi penggerak utama pasar hari ini.
Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar keuangan dalam negeri ditutup beragam pada perdagangan kemarin Kamis (16/4/2026). Bursa saham di zona merah, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) stagnan, sementara Rupiah mengalami pelemahan.
Pasar keuangan Indonesia diperkirakan akan masih menghadapi tekanan yang cukup berat pada hari ini karena ketidakpastian perang yang masih terjadi ditambah dengan aksi sell-off yang masih terjadi di pasar domestik.
Selengkapnya mengenai proyeksi pasar hari ini bisa dibaca pada halaman 3 artikel ini.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis pada perdagangan Kamis (16/4/2026), setelah bergerak fluktuatif sepanjang hari.
IHSG ditutup di level 7.621,38, turun 2,21 poin atau 0,03%. Sejak pembukaan, IHSG sebenarnya sempat bergerak di zona hijau dan menyentuh level tertinggi di kisaran 7.705, tetapi tekanan jual mulai meningkat menjelang siang hingga indeks sempat terperosok ke area 7.575.
Pada sesi II, IHSG mencoba rebound namun akhirnya kembali ditutup tipis di zona merah. Sebanyak 385 saham naik, 326 saham turun, dan 248 saham stagnan.
Dari sisi aktivitas perdagangan, nilai transaksi tercatat cukup ramai dengan total sekitar Rp17,88 triliun dan volume mencapai 37,19 miliar saham, dengan frekuensi transaksi sekitar 2,58 juta kali.
Kapitalisasi pasar tercatat berada di kisaran Rp13.584 triliun.
Adapun mengutip Refinitiv, IHSG ditopang Sejahteraraya Anugrahjaya (SRAJ) menjadi penopang utama dengan kontribusi 8,64 indeks poin. Saham emiten rumah sakit milik Dato Sri Tahir ini melesat 15,27% ke level 15.100 kemarin.
Akan tetapi kinerja SRAJ tidak mampu membendung koreksi IHSG yang disebabkan oleh merosotnya saham Dian Swastatika Sentosa (DSSA) dan Barito Pacific (BRPT). DSSA yang turun 2,09% dan BRPT -4,62% masing-masing menyeret IHSG sebesar 7,94 poin dan 6,75 poin.
Sementara itu, bursa Asia mayoritas di zona hijau kemarin. Nikkei naik 2,38%, Kospi naik 2,21%, dan HSI 1,72%.
Hal itu seiring dengan kondisi geopolitik yang mendapatkan angin segar. Pemerintahan Trump menyampaikan optimisme pada Rabu mengenai peluang tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Iran, sembari memperingatkan tekanan ekonomi yang semakin besar terhadap Teheran jika tetap bersikap keras kepala.
Lanjut ke mata uang Garuda, Nilai tukar rupiah ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Kamis (16/4/2026).
Melansir data Refinitiv, pada pukul 15.00 WIB rupiah ditutup di posisi Rp17.125/US$ atau terapresiasi sebesar 0,03%.
Sama seperti awal perdagangan pagi tadi, rupiah sempat dibuka menguat 0,03% ke level Rp17.125/US$.
Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 15.00 WIB tercatat melemah sebesar 0,04% ke level 98,100.
Menguatnya rupiah pada perdagangan kemarin sebenarnya terjadi di tengah kondisi dolar AS di pasar global yang sedang lesu.
Situasi ini membuka ruang penguatan bagi mata uang negara lain, termasuk rupiah. Namun, hingga penutupan perdagangan, rupiah mampu memanfaatkan sentimen positif tersebut.
Penguatam ini didorong oleh meningkatnya harapan pasar terhadap tercapainya kesepakatan damai dengan Iran, sehingga investor mulai mengurangi kepemilikan aset safe haven seperti dolar AS.
Presiden AS Donald Trump mengatakan perang AS-Israel melawan Iran sudah "mendekati akhir". Gedung Putih juga menyampaikan optimismenya terhadap peluang tercapainya kesepakatan, dengan menyebut pembicaraan tatap muka lanjutan kemungkinan kembali digelar di Pakistan.
Dari sisi domestik, Indonesia juga kembali mendapat sentimen positif dari panggung global. Dalam rangkaian agenda IMF Spring Meetings 2026 di Amerika Serikat pada 13-18 April 2026, Indonesia kembali disebut sebagai salah satu titik terang (bright spot) bagi perekonomian global.
Hal tersebut disampaikan oleh Managing Director International Monetary Fund (IMF) Kristalina Georgieva dalam pertemuan dengan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa, dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat RI dalam rangkaian pertemuan lanjutan dengan investor global pada 14 April 2026.
Lanjut ke pasar obligasi dalam negeri, melansir data dari Refinitiv, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun Indonesia ditutup di level 6,583% pada kemarin Kamis (16/4/2026) stagnan dari level penutupan sebelumnya yang juga ditutup di level 6,583%.
Addsource on Google















































