MUI Keluarkan 9 Sikap atas Serangan AS-Israel ke Iran, Desak Indonesia Cabut dari BoP

3 hours ago 3

Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar bersiap untuk bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2/2026). Presiden Prabowo menggelar pertemuan dengan sejumlah organisasi masyarakat (ormas) Islam, tokoh-tokoh muslim, serta pimpinan pondok pesantren untuk membahas dan mengupdate perkembangan-perkembangan baik di dalam negeri maupun di luar negeri termasuk salah satunya membahas keanggotaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) Gaza.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan sembilan pernyataan sikap terkait serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran.

"MUI telah mencermati kondisi saat ini. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah mengumumkan serangan militer terhadap Iran. Trump menyebut serangan AS bersama Israel sebagai serangan besar-besaran dan berkelanjutan untuk menghancurkan rudal dan angkatan laut Iran," kata Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar, dalam pernyataan resmi, Ahad (1/3/2026).

Saat ini umat Islam di berbagai belahan dunia tengah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan yang dipandang sebagai bulan penuh rahmat bagi seluruh umat manusia. Karena itu, menurut Kiai Anwar, seharusnya setiap orang menghormati kesucian bulan Ramadhan agar dapat dirawat bersama untuk mewujudkan keamanan dan perdamaian berdasarkan persatuan dan kesatuan sesuai perintah Allah SWT dalam Surat Ali Imran Ayat 103.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا ۖوَاذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَاۤءً فَاَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهٖٓ اِخْوَانًاۚ وَكُنْتُمْ عَلٰى شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَاَنْقَذَكُمْ مِّنْهَا ۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اٰيٰتِهٖ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ

Wa‘taṣimū biḥablillāhi jamī‘aw wa lā tafarraqū, ważkurū ni‘matallāhi ‘alaikum iż kuntum a‘dā'an fa allafa baina qulūbikum fa aṣbaḥtum bi ni‘matihī ikhwānā(n), wa kuntum ‘alā syafā ḥufratim minan-nāri fa anqażakum minhā, każālika yubayyinullāhu lakum āyātihī la‘allakum tahtadūn(a).

"Berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, janganlah bercerai-berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara. (Ingatlah pula ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk." (Surat Ali Imran Ayat 103)

Sehubungan dengan itu dan dengan bertawakal kepada Allah SWT, MUI menyampaikan tausiyah dan sikap sebagai berikut.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research