Menlu AS Klaim AS ‘Dipaksa’ Israel Serang Iran

2 hours ago 2

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menlu AS Marco Rubio selepas menandatangani keanggotaan di Board of Peace di Gedung Putih, Washington, AS, Rabu (11/2/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Menteri Luar Negeri AS Mark Rubio mengungkapkan bahwa Amerika Serikat terpaksa ikut menyerang Iran karena nafsu perang Israel. Menurutnya, tekad Israel untuk menyerang Iran dan kepastian bahwa pasukan AS akan menjadi sasaran sebagai balasannya memaksa pemerintahan Trump untuk melakukan serangan.

Hal itu ia sampaikan pada Senin malam saat memberikan pengarahan pertama pemerintahan Trump kepada Kongres AS sejak memerintahkan kampanye udara dimulai pada akhir pekan. Yang disampaikan Rubio ini adalah penjelasan baru soal alasan masuknya Washington secara mengejutkan ke dalam konflik tersebut. 

Rubio; direktur CIA, John Ratcliffe; dan kepala staf gabungan, ketua Dan Caine; berbicara kepada para anggota parlemen secara tertutup di Capitol menjelang pemungutan suara yang diharapkan akhir pekan ini di Kongres mengenai resolusi kekuatan perang yang memberikan peluang yang tidak mungkin untuk memaksa Trump mengakhiri permusuhan terhadap Iran.

“Sangat jelas bahwa jika Iran diserang oleh siapapun – Amerika Serikat atau Israel atau siapa pun – mereka akan membalas, dan membalas dengan melawan Amerika Serikat,” kata Rubio kepada wartawan di Capitol dilansir the Guardian.

"Kami tahu bahwa akan ada tindakan Israel. Kami tahu bahwa hal itu akan memicu serangan terhadap pasukan Amerika, dan kami tahu bahwa jika kami tidak melakukan tindakan pencegahan sebelum mereka melancarkan serangan, kami akan menderita lebih banyak korban jiwa."

JD Vance mengatakan dalam sebuah wawancara di Fox News pada Senin malam bahwa tujuan AS adalah untuk memastikan “Iran tidak dapat memiliki senjata nuklir”.

“Presiden ingin menjelaskan kepada Iran dan dunia bahwa dia tidak akan berhenti sampai dia mencapai tujuan penting untuk memastikan bahwa Iran tidak dapat memiliki senjata nuklir,” kata wakil presiden.

Vance adalah anggota pemerintahan Donald Trump yang paling menentang intervensi militer dan lebih jarang berbicara tentang tindakan AS di Iran dibandingkan Rubio.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research