Meksiko Rusuh Usai Bos Kartel El Mencho Tewas, Bagaimana Peso?

2 hours ago 1

Gelson Kurniawan,  CNBC Indonesia

24 February 2026 16:12

Jakarta,CNBC Indonesia - Stabilitas internal Meksiko tengah diuji oleh peningkatan eskalasi keamanan menyusul operasi militer yang berujung pada tewasnya pimpinan Jalisco New Generation Cartel (CJNG), Nemesio Oseguera Cervantes atau El Mencho.

Insiden tersebut memicu rentetan aksi balasan dari kelompok bersenjata yang melumpuhkan sebagian wilayah negara, mencakup pembakaran fasilitas publik hingga blokade jalur transportasi utama di puluhan negara bagian.

Dinamika keamanan domestik ini memicu tingkat kekhawatiran yang signifikan di kalangan pelaku pasar global dan investor yang memiliki eksposur terhadap aset-aset Meksiko.

Ketidakpastian tersebut secara langsung memberikan tekanan pada pasar valuta asing, di mana nilai tukar Peso Meksiko (MXN) mencatatkan depresiasi terhadap Dolar Amerika Serikat (AS).

Pada perdagangan hari ini, nilai tukar Peso Meksiko (MXN) mengalami depresiasi terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini. Pasangan mata uang USD/MXN dibuka pada level 17.2632, dengan rekam jejak titik tertinggi harian di 17.2930 dan titik terendah di 17.2431.

Saat ini, USD/MXN ditransaksikan pada level 17.2744, bergerak melemah dari posisi penutupan sebelumnya di angka 17.2620. Pelemahan ini membawa mata uang Meksiko melewati batas 17.2 per Dolar AS, menjauhi level puncaknya pada pertengahan tahun 2024.

Tekanan Kebijakan Perdagangan AS

Koreksi pada mata uang dan aset keuangan Meksiko tidak hanya dipengaruhi oleh sentimen domestik. Pelaku pasar juga merespons arah kebijakan perdagangan AS yang baru, menyusul keputusan Presiden Donald Trump untuk menerapkan tarif global sebesar 15%.

Kebijakan ini kembali menjadi hambatan bagi struktur ekonomi Meksiko yang sangat bergantung pada ekspor, sekaligus mendinginkan optimisme pasar pasca putusan pembatalan tarif darurat sebelumnya.

Fundamental Ekonomi dan Tantangan Bank Sentral

Di tengah tantangan ganda tersebut, rilis data makroekonomi Meksiko sebenarnya menunjukkan ketahanan fundamental. Perekonomian mencatatkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal keempat sebesar 0,9% yang ditopang oleh ekspansi sektor industri dan jasa.

Meski demikian, rilis data positif ini belum mampu mengimbangi tren penguatan Dolar AS. Ketangguhan mata uang AS didukung oleh indikasi kebijakan moneter ketat dari Ketua The Fed, Kevin Warsh, serta inflasi PCE inti AS yang persisten di level 3 persen.

Kondisi makroekonomi ini menempatkan bank sentral Meksiko (Banxico) dalam posisi pengawasan ketat, di mana otoritas moneter perlu menyeimbangkan antara risiko inflasi dari kenaikan biaya perdagangan dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

-

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(gls/gls)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research