Kiri ke kanan, Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin, Direktur Republika Rangga Danu Prasetyo, Direktur Lazismu, Ibnu Tsani dan Kepala Badan Pengurus Lazismu, Ahmad Imam Mujadid Rais saat melakukan penandatanganan kerjasama dalam acara Grand Launching Aiman Aisha di Perpustakaan Nasional RI, Jakarta, Rabu (4/3/2026). Republika secara resmi meluncurkan platform kecerdasan buatan (AI) keislaman bernama Aiman dan Aisha. Mengusung tema When Faith Meets Technology: Designing AI with Moral Architecture, acara ini menjadi tonggak baru dalam upaya menjaga kedaulatan digital umat, dengan menghadirkan teknologi yang tidak hanya canggih, tetapi juga berarsitektur moral. Platform inovatif ini juga didukung oleh BytePlus sebagai mitra teknologi strategis.
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Republika menggelar Grand Launching platform kecerdasan buatan (AI) keislaman bernama Aiman & Aisha di Auditorium Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta, Rabu (4/3/2026). Ketua Badan Pengurus Lazismu Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ahmad Imam Mujadid Rais menyampaikan selamat dan menyambut baik peluncuran AI keislaman tersebut.
"Selamat atas peluncuran AI keislaman Aiman & Aisha, ini salah satu bentuk inovasi di dunia teknologi digital, dan saya kira sangat penting untuk mengkorelasikan dengan dunia dakwah," kata Ahmad kepada Republika di Auditorium Perpustakaan Nasional, Rabu (4/3/2026)
Ahmad mengatakan bahwa sekarang terjadi pergeseran otoritas keagamaan. Anak-anak muda gen z sekarang cenderung untuk mencari informasi di internet. Diharapkan AI keislaman Aiman & Aisha benar-benar bisa memudahkan mereka untuk mengetahui informasi yang bermanfaat, paling tidak AI Aiman & Aisha jadi pintu masuk awal.
Ia menambahkan, meski sudah ada AI, anak-anak muda harus diimbangi atau diiringi dengan kajian dari ahlinya yakni ustaz dan ahli agama atau ulama. Tapi bagi anak-anak muda yang rasa ingin tahunya tinggi, maka kehadiran AI Aiman & Aisha bisa menjadi pintuk masuk awal bagi mereka bertanya soal agama.
"(AI keislaman) jadi pemicu awal atau pintu masuk, supaya mereka (gen z) bisa mendalami agama lebih jauh, tapi tentu kajian keagamaan ini tidak hanya untuk kesalehan individu semata, tapi ia harus punya kesadaran ke ibadah sosial, jadi dia makin tahu agama, tapi dia juga harus berdampak bagi lingkungan," ujar Ahmad.

2 hours ago
2













































