Laporan Kinerja KNEKS: Aset Keuangan Syariah Tumbuh Melejit, Pangsa Pasar Bank Masih Stagnan

3 weeks ago 2

Foto ilustrasi: Layanan bank syariah di salah satu stan bank syariah pada gelaran ISEF 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (9/10/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Total aset keuangan syariah Indonesia mencapai Rp 13.245 triliun pada November 2025, tumbuh 34,3 persen secara tahunan dan menyumbang 31,1 persen dari seluruh aset keuangan nasional. Data tersebut tercantum dalam Laporan Kinerja Tahun 2025 Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS).

Pertumbuhan tersebut jauh lebih kencang dibandingkan sektor keuangan nasional secara keseluruhan yang hanya tumbuh 15,8 persen. Pasar modal syariah menjadi penggerak utama dengan nilai aset mencapai Rp 11.799 triliun atau setara 47,1 persen dari total pasar modal nasional.

“Perbankan syariah punya aset Rp 1.035 triliun, dana pihak ketiga Rp 819 triliun, dan pembiayaan Rp 690 triliun,” seperti tertulis dalam laporan tersebut dikutip Rabu (4/2/2026).

Meski demikian, pangsa pasar perbankan syariah masih stagnan di level 7,59 persen, hanya naik tipis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Sementara itu, industri keuangan nonbank syariah menyumbang aset sebesar Rp 410 triliun atau setara 10,4 persen pangsa pasar. Secara keseluruhan, rasio aset keuangan syariah terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai 57 persen, dengan asumsi pertumbuhan PDB 2025 sebesar 5,2 persen.

Di tingkat global, Indonesia menempati peringkat keempat dalam Islamic Finance Development Indicator (IFDI) 2024 dengan skor 75. Posisi tersebut meningkat signifikan dibandingkan peringkat ke-10 dengan skor 30 pada 2014. Skor tertinggi Indonesia tercatat pada sektor pengetahuan sebesar 200, sementara indikator keberlanjutan masih relatif rendah di level 32.

Malaysia masih memimpin dengan skor 135, disusul Arab Saudi 114 dan Uni Emirat Arab 92. Capaian ini menunjukkan potensi besar keuangan syariah Indonesia, namun tetap membutuhkan dorongan yang lebih kuat agar sektor perbankan syariah tidak tertinggal.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research