REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Economist Analyst Indonesian Stock Exchange Anita Kesia Zonebia berpandangan, basis investor domestik yang kuat dapat menjadi peredam goncangan pasar modal akibat kondisi ketidakpastian global. Hal ini karena data menunjukkan adanya peningkatan komposisi kepemilikan investor domestik.
Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah investor pasar modal mencapai 23,47 juta per awal Maret 2026. Sebanyak 9,2 juta di antaranya merupakan investor saham. Angka tersebut mengalami peningkatan enam kali lipat dibandingkan jumlah investor pada 2020 yang tercatat sebanyak 3,88 juta.
Adapun jumlah investor yang aktif secara tahunan tercatat mencapai 2 juta investor. Jumlah tersebut diprediksi terus meningkat sepanjang 2026 dan berpotensi melampaui jumlah investor asing pada 2025 yang tercatat sebanyak 2,56 juta.
Data mengenai investor aktif menunjukkan terjadi peningkatan aktivitas transaksi, baik secara harian (daily), mingguan (weekly), maupun bulanan (monthly). Secara daily, jumlah investor mencapai 518 ribu, meningkat dibandingkan 2025 sebanyak 252 ribu. Secara weekly, jumlah investor mencapai 1,07 juta investor, naik pesat dibandingkan 2025 sebanyak 481 ribu. Begitu pula secara monthly, jumlah investor tercatat sebanyak 1,28 juta, meningkat signifikan dari tahun sebelumnya yang tercatat 908 ribu.
Anita melanjutkan, data komposisi kepemilikan investor mencatat adanya peningkatan kepemilikan investor lokal, meskipun data komposisi kepemilikan tersebut baru diperbarui per Januari 2026.
“Kita mendapati sekitar 16,8 persen dimiliki oleh investor ritel, dan sisanya oleh investor institusi yang terbagi atas 41,2 persen dari lokal dan 41,9 persen dari foreign,” ungkapnya. Tipe investor terbagi menjadi tiga, yakni investor institusi lokal, investor institusi asing, dan investor ritel.
Berdasarkan data historis, komposisi kepemilikan investor ritel dan institusi lokal atau domestik mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Kepemilikan investor ritel pada Januari 2026 tercatat sebesar 16,8 persen, meningkat dibandingkan 2020 yang tercatat 13,1 persen.
Sementara itu, kepemilikan investor lokal mencapai 41,2 persen, meningkat dibandingkan 2020 yang tercatat 37,8 persen. Adapun komposisi kepemilikan investor asing mencapai 41,9 persen, lebih rendah dibandingkan komposisinya pada 2020 sebesar 49,1 persen.
“Ini menunjukkan suatu perkembangan yang baik karena artinya basis investor ritel dan basis investor domestik kita makin besar. Sehingga diharapkan dapat menjadi shock absorber atau mungkin cushion apabila terjadi guncangan global atau faktor eksternal yang memengaruhi pergerakan investor asing,” ungkapnya.

8 hours ago
2















































