Kontroversi Penalti Warnai Hasil Imbang Atletico Vs Arsenal di Leg Pertama Semifinal Liga Champions

1 hour ago 5

Penyerang Atletico Madrid Julian Alvarez merayakan gol penaltinya ke gawang Arsenal dalam pertandingan leg pertama Liga Champions di Stadion Metropolitano, Madrid, Kamis (30/4/2026) dini hari WIB.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Arsenal meraih hasil imbang 1-1 saat melawan ke kandang Atletico Madrid pada leg pertama semifinal Liga Champions, Kamis (30/4/2026) dini hari WIB. Namun, skor di Stadion Metropolitano ini diwarnai keputusan kontroversial Danny Makkelie dari Belanda yang memimpin laga ini. Setidaknya, di mata media Inggris dan Spanyol.

Arsenal mendapatkan penalti pada pengujung babak pertama setelah Viktor Gyokeres dijatuhkan di kotak terlarang. Gyokeres sendiri yang mengeksekusi penalti dan sukses membawa Arsenal memimpi 1-0.

Penalti ini dikritik media Spanyol yang menganggap kontak tak cukup kuat dari bek Atletico Hancko kepada Gyokeres dan Makkelie mengambil keputusan penalti tanpa melihat VAR. Keputusan ini juga diprotes keras oleh para pemain Atletico yang mengerubungi Makkelie.

Sebaliknya pada babak kedua, giliran kubu Inggris yang meradang. Sebab, penalti yang diberikan karena Ben White dianggap melakukan handball dianggap tak tepat. Kali ini, Makkelie lebih dulu melihat tayangan VAR sebelum mengambil keputusan itu.

Sejumlah pundit sepak bola Inggris menilai ini tak seharusnya penalti karena bola mengenai tulang kering White sebelum berubah arah ke tangannya. Namun, penalti tetap diberikan. Penalti ini dieksekusi sempurna oleh Julian Alvarez untuk membuat skor 1-1.

Sementara yang terakhir, Makkelie sudah memutuskan penalti saat Hancko melanggar Eberechi Eze. Namun, ia kemudian berkonsultasi dengan petugas VAR dan setelah itu berlari ke pinggir lapangan untuk melihat video. Setelah menyaksikan monitor sebentar, sang wasit memutuskan membatalkan penalti yang membuat kubu Arsenal kesal dan jadi perdebatan di kalangan para pundit sepak bola Inggris.

"Saya tidak berpikir itu pelanggaran handball oleh Ben White karena bola memantul dari tulang keringnya terlebih dahulu dan lengannya sedikit keluar. Faktanya, bola memang mengenai tulang keringnya terlebih dahulu," kata mantan penyerang timnas Inggris Chris Sutton yang menjadi pundit di BBC.

Ia menilai Hancko dengan ceroboh menginjak sebagian kaki Eze dan para pemain Atletico tidak benar-benar memprotes. Menurut Sutton, itu tanda terbesar dari para pemain bahwa keputusan awal Makkelie sudah tepat.

"Mereka protes dengan sangat keras saat penalti Gyokeres, bahkan sampai berhadapan langsung dengan wasit," kata Sutton membandingkan dengan keputusan penalti pertama.

sumber : Reuters

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research